Tribun travel
Museum Perjuangan Pers, Simpan Ratusan Arsip Koran dan Tokoh Pejuang Zaman Kemerdekaan
Museum Perjuangan Pers ini didirikan oleh wartawan sekaligus Veteran, Muhammad Tok Wan Haria (TWH).
Tribun-Medan.com, Medan - Sumatera Utara tak hanya memiliki museum yang menyimpan benda-benda peninggalan kuno kerajaan ataupun pra sejarah.
Tak jauh dari pusat kota, terdapat sebuah museum yang menjadi sejarah perkembangan pers sejak jaman penjajahan.
Terletak di Jalan Sei Alas No.6, Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan yang dinamakan Museum Pers Perjuangan.
Diresmikan pada November 2019 oleh Pengelola Museum Sumatera Utara, Museum ini didirikan oleh wartawan sekaligus Veteran, Muhammad Tok Wan Haria (TWH).
Dalam pemilihan nama Museum Perjuangan Pers, TWH juga menceritakan makna dibaliknya.
Ia menuturkan bahwa saat zaman penjajahan hingga kemerdekaan, peran pers begitu penting untuk menggulingkan penjajah Belanda.
Untuk itu, TWH meletakkan nama Perjuangan sebagai bentuk apresiasi kepada jurnalis yang berjuang menginformasikan kepada masyarakat.
"Menurut Soekarno ketika masa sebelum kemerdekaan, hanya ada dua senjata untuk mengusir penjajah yaitu partai dan koran. Sebelum kita berjuang dengan bersenjata, pers ini sudah berjuang menghadapi tantangan dari Belanda seperti pernah ditangkap dan dimasukkan ke penjara, jadi dari semua saksi perjuangan ini, maka dari Museum Sumatera Utara meresmikan ini menjadi museum perjuangan pers," kata TWH.
Saat memasuki museum, tepat di ruang utama pengunjung akan disajikan dengan seratusan lukisan pahlawan nasional dan klipingan koran-koran, termasuk koran pertama di Indonesia yaitu Bataviasche Nouvelles pada tahun 1745.
Pria 88 tahun ini mengungkapkan, museum ini ia dirikan dari pengumpulan arsip-arsip sejak dirinya masih menjadi wartawan di sebuah surat kabar di Sumatera Utara.
"Saya senang mengoleksi foto-foto perjuangan, karena saya pikir suatu saat generasi sekarang tidak mengenal siapa dan bagaimana pejuang di kota Medan. Jadi saya kumpul pelan-pelan koleksinya di rumah," ungkap TWH kepada Tribun-Medan.com, Medan, Rabu (3/3/2021).
Selain ruang utama, pengunjung dapat masuk ke ruangan perpustakaan yang berisikan lukisan maupun foto dari para pendiri dan pemimpin redaksi koran-koran yang ada di Sumatera Utara.
Tampak juga lukisan sang pemilik, Muhammad TWH yang pernah menjadi Wakil Pemred Harian Mimbar Umum.
Kemudian, tak jauh dari ruang perpustakaan, terdapat sebuah ruangan yang menyuguhkan lukisan dan foto gubernur mulai dari Gubernur Sumut pertama, S.M. Amin hingga Gubernur Edy Rahmayadi terpajang secara rapi.
Dalam mengumpulkan koleksi terkhusus arsip-arsip koran pada zaman kemerdekaan yang sudah tak terbit lagi, TWH mengandalkan dua rekannya untuk pergi langsung ke Jakarta untuk mencari arsip koran untuk dikoleksi di museum.
"Saya berangkatkan dua teman saya wartawan senior Ali Sukardi dan Chaidir Zailani ke Jakarta untuk mencari arsip koran di pusat Informasi di Jakarta. Mereka bawa kemari dan difotokopi berbagai macam surat kabar waktu zaman Belanda yang kita kumpulkan di museum ini," jelasnya.
Memiliki koleksi yang begitu lengkap, Museum Perjuangan Pers ternyata sempat dilirik oleh Museum Nasional dari berbagai daerah untuk diminta koleksinya.
"Disini saya kumpulkan buku dan lukisan dari para pejuang nasional dan pers. Sempat juga ada dari museum Jakarta meminta koleksi untuk dibawa, saya tak kasih karena ini untuk generasi mendatang. Mereka berminat untuk meminta foto-foto tempo dulu yang juga foto wartawan awal kemerdekaan," tuturnya.
Menariknya, pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke dalam museum dengan jam operasional Senin-Minggu mulai pukul 10.00-17.00 WIB.
TWH menegaskan bahwa hasil koleksinya ini tak ingin dikomersilkan namun menjadi ladang ilmu kepada masyarakat yang tertarik untuk mengetahui perjuangan pada zaman kemerdekaan.
"Tidak ada dipungut biaya, ini gratis kepada masyarakat yang ingin datang. Yang kita koleksi ini semoga berguna untuk masyarakat untuk mencari ilmu," ucapnya.(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/museum-pers-juang.jpg)