TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menilik Tradisi Adat Turun Tanah pada Masyarakat Melayu Langkat

Jika dari sudut padang masyarakat Melayu Langkat, tradisi Adat Turun Tanah merupakan salah satu tradisi yang turun menurun dilaksanakan.

Editor: Juang Naibaho
Ist
Tradisi Adat Turun Tanah pada Masyarakat Melayu Langkat 

Kata Zainal, makna tradisi tersebut ini untuk memperkenalkan tanah kepada balita. Begitu juga pertama kali balita tersebut mengenal air. Makanya ada rangkaian kegiatan tersebut balita tersebut dibawa ke sungai untuk mengenal air.

Tradisi ini juga bermakna untuk mendoakan balita atau anak bayi tersebut, agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat. Namun, bagi balita perempuan langsung dikhitankan lain dengan balita yang laki - laki.

Sementara, dikutip dari Skripsi Universitas Sumatera Utara, fungsinya sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif. Lalu, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan. Kemudian, sebagai alat pendidikan anak. Selanjutnya, sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat agar selalu dipatuhi oleh anggota kolektifnya. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber:

- Budayawan Langkat, Zainal arifin, AKA
- Skripsi Adat Turun Tanah pada Masyarakat Melayu Sei Bilah Kabupaten Langkat oleh Rajab Sihotang

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved