ORANG Arab Kena Dampak Pembunuhan Jamal Khashoggi, Gara-gara Putra Mahkota Arab Terlibat

Luar biasa dampak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang melibatkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Editor: Salomo Tarigan
(AFP/FAYEZ NURELDINE)
Pangeran Mohammed bin Salman. 

Dia menyebutnya "Larangan Khashoggi".

Blinken menambahkan bahwa AS tidak akan menoleransi individu yang mengancam atau menyerang aktivis, pembangkang, dan jurnalis atas nama pemerintah asing.

Namun, tidak ada tindakan langsung yang diambil terhadap MBS.

Pemerintah Saudi menolak temuan laporan AS tersebut.

Penggunaan Lembaga Pengelola Investasi, lazim di antara negara-negara kaya minyak.

Lembaga itu menyediakan “tempat berlindung” di mana negara-negara dapat menimbun kekayaannya dalam jumlah yang signifikan, dan menyimpan uang itu dalam peti yang dikendalikan sendiri.

Dana Investasi Publik yang diketuai MBS membantu menyangga negara-negara dari guncangan harga minyak yang berdampak pada posisi fiskal tahunannya.

Di saat yang sama cara ini juga membuat negara tersebut tahan terhadap tekanan keuangan eksternal.

Dana Investasi Publik memiliki aset lebih dari 360 miliar dollar AS (Rp 5,1 kuadriliun). Jumlah fantastis itu menempatkannya sebagai lembaga pengelola investasi terbesar kedelapan di dunia, berdasarkan total aset.

"Dana Investasi Publik Saudi, yang hampir berumur lima dekade, sangat besar dan menjamin stabilitas keuangan jangka panjang untuk Kerajaan. Tapi itu juga bisa menjadi sasaran penggelapan, salah urus, dan korupsi," terang Rubin.

Pada 2018, NBC News mengetahui CIA menyimpulkan, adanya keterlibatan MBS yang memerintahkan regu pembunuh membujuk Khashoggi ke konsulat Saudi di Istanbul, membunuhnya, dan memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian.

Kepada CNBC, Rubin mengatakan MBS sebagai pewaris mahkota Kerajaan Arab Saudi dengan ini juga akan riskan posisinya.

Kritikus politik dalam negerinya akan melihat Dana Investasi Publik negaranya terpapar terhadap potensi sanksi.

Mereka juga bisa menyorot kasus ini sebagai tanda lain dari kecerobohan dan kesediaan MBS untuk mempertaruhkan aset Saudi.

Bahkan menempatkan negara itu dalam persilangan internasional demi agenda pribadinya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved