Dinas Pertanian Sewakan Traktor Melalui Calo, Petani Ngeluh Alat yang Disewa Malah Rusak
Petani di Desa Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba mengeluh lantaran traktor yang disewa dari calo rusak dan tidak bisa digunakan
TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE-Petani di Kabupaten Toba, khususnya yang berada di Desa Tambunan, Kecamatan Balige mulai bersiap menghadapi musim tanam padi.
Namun, sejumlah petani mengeluhkan berbagai persoalan, terutama menyangkut masalah ketersediaan pupuk dan traktor milik Dinas Pertanian Pemkab Toba yang disewa dari calo.
Menurut petani, untuk mengolah lahan seluas 40 hektare, mereka butuh traktor berukuran besar seperti halnya milik Dinas Pertanian Pemkab Toba.
Baca juga: Perawatan Lebih Murah dan Mudah, Petani Jeruk di Karo Pilih Beralih Budidaya Buah Naga
“Traktor Dinas Pertanian yang kami sewa dari agen (calo) itu rusak. Padahal kami bayar Rp 70 ribu per rante,” kata Sumihar Tambunan (38), bendahara kelompok tani Desa Tambunan, Kamis (25/2/2021) siang.
Dia mengatakan, karena traktor yang disewa melalui agen atau calo itu rusak, petani pun kesulitan mengolah lahan.
Mereka khawatir, jika lahan pertanian tidak segera dikelola, maka akan berdampak pada masa musim tanam dan panen.
Baca juga: Kelompok Petani Sadar Tani Panen Cabai Hasil Bantuan Covid-19
“Kami berharap musim tanam padi kali ini bisa dilaksanakan secara serentak. Sehingga kita bisa meminimalisir penyakit padi dan serangan hama,” kata Sumihar.
Kemudian, lanjut dia, yang diperlukan petani saat ini adalah pupuk.
Adapun jenis pupuk yang diperlukan di antaranya urea, Phonska, ZA, dan SP-36.
Baca juga: Banggakan Produk Petani Lokal, Filosofi Kopi Ride Hadir Bagi Penikmat Kopi Medan
“Ketika diperlukan, pupuk ini sangat langka. Maka dari itu kami juga berharap kartu tani bisa dibagikan, sehingga kami bisa mendapatkan pupuk yang dibutuhkan,” kata Sumihar.
Menanggapi keluhan petani, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba Jerry Silaen mengatakan pihaknya sampai saat ini terus berkoordinasi dengan Penyuluh Perrtanian Lapangan (PPL).
“Untuk kartu petani, itu belum semua tercetak. Ada banyak kendala di lapangan,” dalih Jerry.
Dia mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini adalah banyak PPL yang belum mengisi formulir milik para petani.
Kemudian, tidak semua petani ada di satu wilayah.
Baca juga: Jasad Petani Mengapung Setelah Basarnas Ciptakan Ombak
“Ada berkas-berkas yang harus diselesaikan kan,” kata Jerry.
Namun, Jerry tak menjelaskan lebih lanjut kenapa traktor bisa disewakan ke petani melalui agen atau calo.
Dia cuma menjelaskan bahwa keluhan petani sedang ditangani.
Jarang Koordinasi
Bendahara kelompok tani di Desa Tambunan, Sumihar Tambunan mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Toba jarang berkoordinasi dengan kelompok tani.
Sehingga, Dinas Pertanian itu tidak tahu apa kesusahan petani.
Sumihar pun berharap, Dinas Pertanian Kabupaten Toba bisa turun ke lapangan.
Baca juga: Kerap Pakai Sabu di Rumah, Petani di Pancur Batu Dikejar Polisi hingga Lari ke Loteng
“Kami di sini belum punya traktor besar. Kalau tidak ada traktor, bagaimana kami mengolah lahan,” kata Sumihar.
Dia berharap, Dinas Pertanian bisa memberikan solusi atas masalah ini, terutama menyangkut ketersediaan pupuk subsidi.
Sementara itu, Plt Kadis Pertanian Pemkab Toba Jerry Silaen mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan surat kepada distributor pupuk untuk menyegerakan penyaluran pupuk sibsidi ke petani.
“Sejak Januari kemarin sudah kami surati saat kita lakukan penetapan alokasi bahwa daerahnya yang ini dan itu. Kemarin pun sudah kita buat imbauan agar dipercepat bantuan subsidi itu,” kata Jerry.(cr3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hamparan-sawah-butuh.jpg)