3.000 Istri Kompak Jadi Janda, Suami Mereka Diterkam Harimau, Pemerintah tak Mau Tanggung Jawab

Mendadak janda, disampaikan para istri yang mengklaim suami mereka jadi mangsa terkaman harimau.

ist
Ilustrasi janda - 3.000 Istri Kompak Jadi Janda, Suami Mereka Diterkam Harimau, Pemerintah tak Mau Tanggung Jawab 

Oleh karena itu, orang-orang yang tidak memiliki izin bekerja dianggap sebagai pekerja ilegal.

Para istri mendadak janda takut melapor jika ada serangan harimau yang mematikan.

Baca juga: Johan Anuar Ikut Dilantik Jadi Wakil Bupati OKU dengan Kondisi Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan

"Mereka tidak meminta kompensasi karena takut akan tindakan hukum. Mereka bahkan takut melaporkan kematian,” ujar Chatterjee.

Dianggap ilegal

Para suami yang pulang kampung, kerja demi upah besar itu kini dianggap ilegal.

Para istri mendadak janda pun hanya bisa gigit jari.

Sebab, pemerintah setempat mengangap para suami janda yang menjadi korban terkaman harimau sebagai pekerja ilegal.

Direktur Lapangan Suaka Harimau Sundarban Tapas Das mengatakan hanya mendapat laporan sebanyak 21 kematian resmi akibat penyerangan harimau.

Dari 21 laporan tersebut, hanya empat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi.

Pemerintah India hanya memberikan kompensasi jika kematian terjadi di luar zona larangan masuk.

Baca juga: Bintang PSMS Masih Ramaikan Latihan Gabungan di Markas Ayam Kinantan

Salah satu janda, Haridasi Mandal menceritakan bahwa suaminya, Haren (46), dibunuh oleh harimau pada 2014.

Dia mengatakan, putra tertuanya kini juga mulai bekerja di daerah yang sama.

Oleh karena itu, Haridasi sekarang hidup dengan rasa takut akan kehilangan anggota keluarga lain yang pergi ke hutan.

Janda lain, Sulata Mandal (35) bertutur bahwa suaminya, Sujit, tewas saat memancing pada April 2020.

Baca juga: KASAD Andika Perkasa Naikkan Pangkat 12 Perwira Tinggi TNI AD, Dari Mayjen TNI Menjadi Letjen TNI

"Anak-anak saya membuatku berjanji untuk tidak pernah pergi ke hutan lagi. Tetapi penghasilan saya sekarang sangat sedikit dengan melakukan pekerjaan serabutan ini,” turut Sulata.

"Kecuali saya tidak menemukan pilihan lain untuk menghasilkan cukup uang untuk menjalankan rumah, saya harus kembali ke hutan," imbuh Sulata.

Menurut pemerintah India, sekitar 40 hingga 50 orang tewas akibat serangan harimau setiap tahunnya.

(*/ tribunmedan.id)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved