Diminta Kandangkan Usai Insiden Mesin Terbakar, Alasan Garuda Indonesia Ngotot Terbangkan Boeing 777
Namun beruntung pesawat Boeing 777 itu berhasil mendarat darurat di Bandara Denver setelah mesinnya terbakar saat penerbangan.
Kementerian transportasi Jepang mengatakan bahwa pada 4 Desember 2020, penerbangan JAL dari Bandara Naha ke Tokyo kembali ke Naha karena kerusakan di mesin kiri.
Dewan Keselamatan Transportasi mengatakan pada 28 Desember lalu, bahwa mereka telah menemukan dua bilah kipas mesin kiri rusak, satu mengalami retakan karena kelelahan logam. Penyelidikan sedang berlangsung.
Jepang mengatakan ANA mengoperasikan 19 pesawat dari jenis tersebut dan JAL mengoperasikan 13 unit, meskipun maskapai mengatakan penggunaannya telah berkurang selama pandemi.
JAL mengatakan armadanya tersebut akan pensiun pada Maret 2022.
Korean Air - yang memiliki 16 pesawat, 10 di antaranya disimpan - mengatakan akan mengikuti arahan otoritas terkait langkah-langkah apa pun terkait hal itu.
Dewan Keselamatan Belanda mengatakan pada hari Senin sedang menyelidiki apa yang telah menyebabkan Boeing 747-400 kehilangan bagian dari jenis mesin PW4000 yang berbeda tak lama setelah lepas landas dari bandara Maastricht pada hari Sabtu.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa sementara itu mengatakan sedang meminta informasi tentang penyebabnya untuk menentukan tindakan apa yang diperlukan.
Garuda Indonesia tetap akan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan.
Meskipun, Boeing, perusahaan produsen pesawat Amerika Serikat (AS) meminta agar pesawat Boeing 777 ditangguhkan untuk diterbangkan.
Di mana sebelumnya terjadi kasus terbakarnya mesin pesawat United Airlines Boeing 777 meski berhasil mendarat darurat di Bandara Denver, Sabtu pekan lalu.
Pihak Garuda Indonesia pun memberikan penjelasannya mengenai penggunaan pesawat B777-300ER tersebut.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra, memastikan 10 armada pesawat Boeing B777-300ER yang dioperasikan telah memenuhi kriteria laik terbang.
"10 Armada Boeing B777-300ER telah memenuhi kriteria laik terbang, berdasarkan aircraft maintenance manual di bawah pengawasan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU)," ucap Irfan dalam keterangannya, Senin (22/2/2021).
Terkait pesawat Boeing B777-300ER sendiri, dikabarkan mengalami insiden dengan indikasi kegagalan fan blade engine yang terjadi pada beberapa maskapai penerbangan dunia.
"Tetapi dapat kami sampaikan, bahwa series pesawat tersebut berbeda dengan jenis armada B777 series yang Garuda Indonesia operasikan saat ini," ucap Irfan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/boeing-2jpg-20210222110117.jpg)