Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal - Gereja Katedral Bakal Dihiasi Lukisan: Bisa Lokasi Dialog

Pembangunan mulai dibangun 20 Januari lalu dan ditargetkan rampung pada 31 Maret mendatang. Proyek itu menelan anggaran hingga Rp 40 miliar.

Kompas Images/Kristianto Purnomo-Roderick Adrian Mozes
Masjid Istiqlal dan Gereja Katolik Katedral di Jakarta. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pembangunan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral mulai berjalan. Terowongan itu dibangun sepanjang 33 meter dengan kedalaman tujuh meter.

Pembangunan mulai dibangun 20 Januari lalu dan ditargetkan rampung pada 31 Maret mendatang. Proyek itu menelan anggaran hingga Rp 40 miliar.

Meskipun sempat menuai pro dan kontra, terowongan silaturahmi ini tetap dibangun. Proyek terowongan bawah tanah ini menghubungkan dua rumah ibadah terbesar yang berada di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Bidang Peribadatan Masjid Istiqlal, Abu Hurairah mengatakan, pembangunan terowongan itu merupakan usulan dari pimpinan dua rumah ibadah.

"Karena selama ini memang pimpinan dua rumah ibadah sering ketemu, sering diskusi, baik di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Dari situ mulai muncul ide bagaimana kalau kita adakan fasilitas terowongan," kata Abu kepada kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Usul itu kemudian disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Presiden kemudian menyetujui terowongan tersebut dibangun berbarengan dengan renovasi masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Baca juga: Gugatannya Ditolak Terkait Pilkada, Nasdem Minta Mahkamah Konstitusi Dibubarkan

Baca juga: DAFTAR HARGA Mobil Murah, 6 Hari Lagi Berlaku Insentif PPnBM Sebesar 0 Persen, Estimasi Harga Mobil

Oleh karena itu, Abu menekankan bahwa terowongan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai simbol kerukunan umat islam dan kristiani.

Namun terowongan itu memang mempunyai fungsi untuk memudahkan dua pimpinan rumah ibadah saat hendak berkunjung atau untuk keperluan para jemaah.

"Kan banyak yang bilang itu terowongan enggak perlu, kerukunan katanya cukup dari hati. Enggak, memang itu fasilitas," kata Abu.

Selain untuk dua pimpinan rumah ibadah, terowongan itu juga bisa digunakan bagi para jemaah.

Abu menjelaskan, selama ini banyak umat Katedral yang memarkirkan kendaraan di Masjid Istiqlal saat ibadah di hari besar umat kristiani. Itu karena fasilitas parkiran di Gereja Katedral terbatas.

Dengan terowongan itu, umat di Katedral yang memarkirkan kendaraan di Istiqlal tak perlu lagi menyeberang jalan.

"Selama ini untuk menyeberang kan susah, apalagi untuk yang sudah tua. Jadi nanti parkir di basement Istiqlal, mereka keluar mobil tinggal jalan masuk terowongan," kata Abu.

Abu menyebutkan, tampilan terowongan juga akan dibuat secantik dan semenarik mungkin. Pak Imam Besar ingin tidak hanya lubang seperti lubang tikus.

Pak Imam Besar berpesan ke arsiteknya agar dibuat menarik sehingga orang tertarik lewat situ. Mungkin dibuat gambar-gambar, nanti bisa foto-foto di situ. Orang bisa duduk duduk, bisa berdialog," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved