Utang dan Dendam Berbayar Nyawa, Pelaku Habisi Nyawa Ibu dan Putrinya serta Rudapaksa Korban
Pembunuh korban adalah dua orang pria R (46) dan M (37) yang ternyata berasal dari desa yang sama dengan korban.
TRIBUN-MEDAN.com - Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkapkan tewasnya SF (56) dan NA (15) yang jasad kedua korban ditemukan telah membusuk di rumah mereka, di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Senin (15/2/2021).
Pembunuh korban adalah dua orang pria R (46) dan M (37) yang ternyata berasal dari desa yang sama dengan korban.
Ketika NA sekarat akibat dipukuli menggunakan besi, korban sempat dirudapaksa oleh seorang pelaku.
Mula Terkuak Laku Bejat Oknum PNS pada Putrinya, Korban Mengeluh Sakit saat Kunjungi Ibunda
BOCOR ke Publik, Penampilan Jennifer Jill saat Ditahan Polisi karena Kasus Narkoba, Beda dari Biasa
Marion Jola Pamer Kekasih Baru, Terpaut Beda Umur 15 Tahun dan Ini Pekerjaan Si Cowok
Bos Gangster India Gajanan Marne Bebas Penjara, Ini Video Penyambutannya yang Gegap Gempita
Penyebab Dayana dan Manajemen Naik Pitam pada Pihak Fiki Naki, sebelumnya Sempat Mesra Abis
IBU Polwan Digerebek dan Diciduk Pesta Narkoba, Inilah Daftar Harta Kekayaan Kompol Yuni Purwanti
Sebagaimana disadur dari Serambinews.com, pembunuhan terjadi pada Jumat (12/2/2021) dini hari.
Kedua korban kala itu tengah tertidur di rumah mereka.
Awalnya pelaku M memukulkan kayu ke bagian wajah dan leher korban SF.
Sedangkan pelaku R menggunakan sebuah besi bulat untuk menganiaya korban NA.
Pelaku R kemudian meminta pelaku M untuk melanjutkan menganiaya korban NA.
Setelah Viral Adegan Ciuman, Akhirnya Dimas Beck dan Luna Maya Buka Suara, Ini Mereka Bilang
Gadis Lumpuh 21 Tahun Dihamili Pria Kenalan Medsos, Nyawa Terancam imbas Penyakit Jantung Bawaan
Ramai Digosipkan dengan Ranty Maria dan Febby, Tak Dinyana Ini Sosok yang Dekat dengan Verrell
Pemeran Roy Ungkap Kakak Tertua Aldebaran di Sinetron Ikatan Cinta, Sosoknya Bikin Netizen Ngakak
VIRAL Mahasiswa Indonesia Lumpuhkan Pria Rasis di Amerika Serikat, Guyonan Netizen Menohok
Anya Geraldine Posting Foto Seksi, Pamerkan Bagian Tubuhnya Ini hingga Riuhkan Media Sosial
Saat diminta untuk menganiaya NA, pelaku M melakukan tindakan asusila terhadap korban yang sudah sekarat akibat dianiaya oleh R menggunakan besi.
"Saat M sedang memperkosa N, pelaku R juga menghatamkan besi bulat yang ia pegang ke kepala S,” ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, Kamis (18/2/2021).
Seusai melakukan penganiayaan, kedua korban disembunyikan di kolong tempat tidur.
Kedua pelaku lalu kabur melalui jendela yang mereka congkel lalu ditutup kembali.
Senjata kayu dan besi yang digunakan oleh pelaku dibuang di semak-semak belakang rumah korban.
Sementara ini pihak kepolisian menyimpulkan penganiayaan terjadi karena motif dendam dan utang piutang.
"Namun demikian, kami masih mendalami motif yang sebenarnya,” ungkap Kapolres Aceh Timur.
Wanita Tewas selepas Berhubungan Intim dengan Pria Selingkuhan, Ini Dugaan Penyebab Kematian
Nindy Ayunda Bongkar Bukti KDRT, Wajah Bonyok Dibogem Suami dan Diselingkuhi, Ini Foto-fotonya
TUDUHAN Dukun Santet Berbayar Nyawa, Pasutri Lansia Dianiaya secara Sadis oleh Warga
Panggilan Adek Sayang Berujung Maut, Anggota LSM Dibacok hingga Tewas setelah Istri Dilecehkan
Imbas Minum Air Kelapa, Libido Suami Meningkat Drastis, Istri Tak Kuat Ladeni dan Lapor Polisi
Ayu Ting Ting Nempel ke Pria Lain setelah Batal Nikah, Ivan Gunawan Sindir Sang Biduan
Kedua pelaku dikenakan Pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup dan Pasal 76 c jo pasal 80 ayat (3) Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.
Empat hari sebelum jasad korban ditemukan, warga setempat sempat melihat NA mengikuti suatu acara bersama banyak warga lainnya.
Tepatnya pada Kamis (11/2/2021) kemarin, korban mengikuti acara rewang di tempat tetangganya.
"Kamis (11/2/2021) kemarin saya masih bertemu dengan almarhumah saat kami sama-sama pergi rewang ke tempat tetangga," ungkap Kepala Puskesmas Simpang Jernih, Maimunah, Selasa (16/2/2021).
Di sisi lain, Keuchik Desa Simpang Jernih, Andika mengatakan, tragedi ini mengejutkan masyarakat sekitar.
"Tidak pernah dalam sejarahnya hal tersebut (pembunuhan) terjadi di Kecamatan Simpang Jernih. Karena itu hal ini sangat mengejutkan masyarakat," ungkap Andika, Selasa (16/2/2021).
Andika bercerita, kedua korban selalu pergi bersama-sama.
"Kemana-mana ibu dan anak ini selalu berdua, termasuk saat pergi ke ladang," ungkapnya.
Sebelum NA ditemukan tewas, rekan-rekan korban di SMK juga sempat heran ketika korban tidak masuk sekolah.
Di sekolahnya, NA dikenal biasa mengabsen murid-murid di kelasnya.
Teras Dikerubungi Lalat
Temuan jasad itu berawal dari kecurigaan menantu korban bernama Fatimah.
Fatimah heran korban sudah tiga hari tak menjawab telepon dan tak terlihat batang hidungnya.
Ia kemudian meminta kepada M Nasir yang merupakan tetangga korban untuk mengecek rumah korban.
Setelah pergi mengecek rumah korban, Nasir mencium bau busuk ketika tiba di teras rumah korban.
Dirinya juga melihat banyak lalat berkerumun di teras rumah korban.
Ia juga mendapati rumah korban dalam keadaan terkunci.
Nasir kemudian melaporkan kondisi rumah tersebut kepada satu anak korban.
Setelah melapor ia diminta oleh anak korban untuk mendobrak paksa rumah.
Setelah masuk rumah, Nasi mendapati ada ceceran darah di pintu bagian depan.
Dirinya kemudian menemukan jasad korban setelah mengintip kolong tempat tidur.
Di sana terbujur dua jasad ibu dan anak yang merupakan penghuni rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-kolase-dua-pelaku-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-simpang-jernih.jpg)