Kudeta Militer di Myanmar

SEORANG Wanita Ditembak Kepalanya Alami Kritis, Peluru Tajam Tembus Bagian Belakang Telinga

SEORANG Wanita Ditembak Kepalanya Alami Kritis, Peluru Tajam Tembus Bagian Belakang Telinga

Editor: Salomo Tarigan
CBC.ca
SEORANG Wanita Ditembak Kepalanya Alami Kritis, Peluru Tajam Tembus Bagian Belakang Telinga. Foto demo menentang militer di Myanmar. 

TRIBUN-MEDAN.com - SEORANG Wanita Ditembak Kepalanya Alami Kritis, Peluru Tajam Tembus Bagian Belakang Telinga.

Kudeta militer di Myanmar menyebabkan gelombang protes dari masyarakat hingga berujung korban.

Melansir BBC, seorang wanita ditembak tepat di kepalanya saat ikut protes menolak kudeta.   

Wanita itu dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit di Ibu Kota Naypyidaw. 

Dia terluka ketika melakukan protes pada Selasa (9/2/2021).

Protes hari itu sempat dibubarkan polisi menggunakan meriam air, peluru karet, dan peluru tajam.

Kelompok HAM menuturkan, luka yang dialami wanita tersebut disebabkan peluru tajam.

Muncul laporan bahwa peserta protes mengalami cedera serius karena polisi meningkatkan kekuatan, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa.

Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw pada 8 Februari 2021
Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw pada 8 Februari 2021 (STR/AFP)

Puluhan ribu orang tumpah ke jalan, memprotes kudeta militer yang telah melengserkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.

Masyarakat tetap melakukan demonstrasi meskipun militer memberlakukan jam malam dan larangan berkerumun.

Aksi ini memasuki hari kelima pada Rabu (10/2/2021), dengan barisan pegawai negeri berkumpul di Nay Pyi Taw.

CPNS 2021 - Hindari Kesalahan Daftar CPNS Online, Mulai dari Isi Nama, Unggah Foto, Scan Dokumen

Pada Selasa lalu, polisi menggunakan meriam air untuk melawan pengunjuk rasa yang menolak mundur.

Menurut laporan, ada bunyi tembakan peringatakan sebelum peluru karet dilancarkan polisi ke arah kerumunan.

Seorang dokter mengatakan, tampaknya amunisi mengenai pengunjuk rasa.

Menurut BBC Burma yang berbicara dengan petugas medis dengan syarat anonim dari rumah sakit Nay Pyi Taw, wanita itu menderita cedera kepala yang serius.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved