Pelantikan Wali Kota Medan
Rekam Jejak Akhyar Nasution, Wali Kota dengan Masa Jabatan Tersingkat di Indonesia
Akhyar menjabat dengan masa kerja tak sampai satu minggu yakni sampai 17 Februari 2021.
Akhyar menamatkan studi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan di USU dan meraih gelar Magister Sains (2000-2003).
Pada Pemilu 1999, Akhyar maju sebagai calon legislatif dan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Medan periode 1999-2004.
Setelah tidak lagi duduk di legislatif, ia bekerja sebagai wirausaha.
Pada Pilwako Medan 2015, ia ditunjuk sebagai calon Wakil Wali Kota Medan mendampingi Dzulmi Eldin.
Akhyar juga sempat menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak 1994 sampai 2020.
Pada 1 Agustus 2020, kader senior PDIP itu resmi dipecat dari PDIP. Lewat Surat Keputusan yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto.
Dirinya kemudian mencari dukungan partai oposisi. Partai Demokrat menyambutnya. Disertai dukungan PKS pada tanggal 29 Agustus 2020.
Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi resmi menjadi lawan Bobby Nasution dan Aulia Rahman.
Namun, pada akhirnya Akhyar harus berlapang dada mengakui kekalahan di Pilwalkot Medan dari menantu presiden okowi tersebut.
Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) kalah tipis, ia memperoleh suara 48 persen dari total suara atau selisih 4 persen dari paslon lawannya, Bobby-Aulia.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akhyar-nasution-yang-ditemui-di-rumah-dinas-gubernur-sumut.jpg)