China, Rusia dan Iran Latihan Gabungan AL Pertama Kali, Tak Mau Kalah dengan AS dan Sekutunya

Latihan antara Rusia, Iran, dan China dilakukan setelah AS mengumumkan penarikan kapal induk USS Nimitz di Timur Tengah.

Reuters
Salah satu kapal angkatan laut China. (Reuters) 

TRIBUN-MEDAN.com - Peta 'pertarungan' militer dunia dalam rupa psy war kerap melibatkan dua negara adidaya.

Negara mana lagi kalau bukan Amerika Serikat dan Rusia. Bahkan kini, China pun turut ambil bagian.

China cenderung berkolaborasi dengan Rusia.

TERKUAK Misteri Kematian Jenghis Khan, Ternyata Sang Penakluk Tak Meninggal karena Diracun

Yang teranyar, armada angkatan laut China bakal bergabung dengan Rusia dan juga Iran.

TIga negara ini akan melangsungkan latihan bersama di Samudera Hindia di bulan Februari ini.

Seperti dinukil dari Daily Mail , latihan bersama ini tepatnya di medium Februari sebagaimana dinyatakan Duta Besar Rusia untuk Iran Levan Dzhagaryan.

Nasib Donald Trump Semakin Miris, Ini Data dan Bukti Dirinya Ditinggalkan Pendukungnya

Sebelumnya diketahui bahwa angkatan laut India, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Australia mengadakan latihan militer gabungan di Laut Arab serta Teluk Benggala.

Wilayah itu telah menjadi hotspot persaingan strategis Indo-China.

Hubungan China dengan empat negara tersebut diketahui tidak terlalu harmonis.

Dengan AS, China terlibat ketegangan ekonomi. Washington pun menjadi salah satu pihak yang paling lantang menentang klaim maritim China atas Laut China Selatan.

Berang Dilabeli Perempuan Murahan, Begini Respons Menohok Awkarin yang Bungkam Netizen Julid

Terakhir kali Rusia dan Iran melakukan latihan angkatan laut di wilayah tersebut adalah Desember.

Duta Besar Rusia Dzhagaryan mengatakan di atas kepada kantor berita RIA:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved