Kondisi Jepang Mengkhawatirkan, Jumlah Perawan & Perjaka Melonjak, ternyata Ini Pemicunya

Wanita berusia antara 18 tahun hingga 39 tahun yang tidak pernah melakukan hubungan seks meningkat menjadi 24,6% pada 2015

ist/kolase
Kondisi Jepang Mengkhawatirkan, Jumlah Perawan & Perjaka Melonjak, ternyata Ini Pemicunya. Cewek Jepang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Negara-negara di dunia cukup sibuk dengan mengurusi lonjakan jumlah penduduknya.

Termasuklah negara Indonesia, yang jumlah penduduknya cukup tinggi.

Tapi sebaliknya dengan negara Jepang.

Malah Jepang bakal terancam kekurangan penduduk.

Padahal lonjakan penduduk di negara lain merupakan permasalahan yang serius.

SUMATERA Utara Berkabung, Dua Wali Kota Terpilih Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Profil Dua Figur

Kondisi ini dianggap sebagai masalah karena berpengaruh terhadap banyak hal.

Termasuk ketersediaan  pangan dan papan, hingga lowongan pekerjaan.

Kenalkan Rin Kambe, Model Jepang Dijuluki Rapunzel Hidup, Tak Pernah Potong Rambut 15 Tahun

Lagi Cari Jodoh! Gadis Jepang Wajah Mirip Boneka, Namanya Miu Miu, Siap Gaji Jadi Pacar Rp 55 Juta

Kisah Saliku Maesaroh, Gadis yang Dinikahi Soekarno di Jepang, Nasibnya Pilu Ratna Sari Dewi Datang

Foto Madoka Shizuka (24) yang kini populer di Jepang sebagai bintang film dewasa.
Foto Madoka Shizuka (24) yang kini populer di Jepang sebagai bintang film dewasa. (Ragus.vn)

Namun, tidak demikian dengan Jepang.

Jumlah penduduk mereka justru mengalami penurunan.

Populasi penduduk Jepang berdasarkan Daftar Penduduk Dasar pada 1 Januari 2019 tercatat 124.763.464 jiwa atau menurun selama 10 tahun berturut-turut.

Jumlah penurunan sekitar 430.000 orang, tertinggi sejak survei Kementerian Dalam Negeri Jepang dimulai.

Ya, di Jepang jumlah penduduknya bukan hanya tidak mengalami lonjakan, tapi juga mengalami penurunan.

Belakangan, salah satu sumber masalah dari kondisi ini mulai terlihat: jumlah perjaka dan perawan di Jepang meningkat pesat.

Temuan yang didasarkan penelitian terbaru tentang pengalaman seksual pertama warga Jepang dianggap sebagai penjelasan terkait penurunan jumlah populasi masyarakat Jepang.

Studi tersebut menemukan bahwa orang dewasa di Jepang memiliki pengalaman seksual pertama mereka lebih lambat daripada warga di Amerika Serikat dan Inggris, menurut sebuah studi baru.

Dilansir dari CNN, pakar kesehatan masyarakat di Universitas Tokyo menemukan kurangnya pengalaman seksual di negara tersebut.

INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama

Madoka Shizuka, guru seksi yang banting setir jadi bintang porno di Jepang.
Madoka Shizuka, guru seksi yang banting setir jadi bintang porno di Jepang. (Eva.vn)

Wanita berusia antara 18 tahun hingga 39 tahun yang tidak pernah melakukan hubungan seks meningkat menjadi 24,6% pada 2015 dari 21,7% pada 1992.

Sementara untuk pria pada rentang usia yang sama juga naik menjadi 25,8% pada 2015, dari 20% pada 1992.

"Kurang pengalaman seksual telah menjadi perhatian nasional di Jepang," kata Peter Ueda, seorang peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Tokyo.

"Tetapi laporan sebelumnya tidak memeriksa tren di berbagai kelompok umur dan latar belakang sosial ekonomi."

Sebagai perbandingan, survei dari Inggris, Amerika Serikat dan Australia menunjukkan hanya sekitar 1% hingga 5% orang dewasa berumur 30 tahunan yang tidak pernah melakukan hubungan seksual.

Laporan tersebut menemukan bahwa persentase pria yang berpenghasilan lebih rendah tetap tidak berpengalaman secara seksual dibandingkan dengan wanita.

"Meskipun diskusi seputar sebab dan akibat menjadi sangat kompleks ketika mempertimbangkan siapa yang berpengalaman secara seksual dan yang tetap perawan, kami mendapati bahwa kurangnya pengalaman heteroseksual setidaknya dipengaruhi oleh masalah sosial-ekonomi kaum pria," kata Cyrus Ghaznavi, penulis utama dari penelitian tersebut.

Sosok Istri Baru Norman Kamaru, Rupanya Dinikahi Diam-diam, Keturunan Timteng dan Hobinya Buat Syok

Cerita Kazuko Higa, Gadis Jepang Diperebutkan 31 Pria di Pulau Terpencil, Berakhir Saling Bunuh

Wanita Jepang
Wanita Jepang (www.japantimes.co.jp)

"Sederhananya, ini soal uang."

Masalah angka kelahiran menjadi hal penting di Jepang karena populasinya yang menua dengan cepat.

Di Jepang, lebih dari 20% populasinya berusia di atas 65 tahun.

Sementara hanya ada 946.060 kelahiran pada tahun 2017.

Catatan tersebut menjadi rekor terendah sejak pencatatan resmi dimulai pada tahun 1899.

Kukhee Choo, seorang profesor studi media di Sophia University di Tokyo mengatakan penurunan tersebut berarti bahwa kelompok usia produktif yang terus menyusut harus mendukung populasi yang semakin tua dan membutuhkan perawatan kesehatan serta pensiun.

Choo menambahkan bahwa sorotan tentang ketidakberdayaan seksual adalah bagian dari agenda domestik untuk memperbaiki penurunan populasi.(Nakita.ID)

(*/ tribunmedan.id)

Artikel ini sudah tayang di Bangka Pos dengan judul: Jepang Kekurangan Penduduk, Banyak Perawan dan Perjaka, Sebab Kurang Pengalaman Berhubungan Intim

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved