Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19

Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19

Editor: Tariden Turnip
reuters
Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19. Tim WHO mengunjungi Laboratorium Virus Wuhan 

Dr Shi Zhengli, pakar virus terkenal telah lama menyelidiki virus corona kelelawar hingga dijuluki "Wanita Kelelawar", termasuk orang pertama yang mengisolasi virus corona baru yang menyebabkan pandemi  Covid-19.

Dr Shi Zhengli juga merupakan Wakil Direktur Institut Virologi Wuhan (WIV).

Kebanyakan ilmuwan, termasuk Dr Shi Zhengli, menolak hipotesis tentang kebocoran laboratorium.

Namun, beberapa ahli berspekulasi, virus yang "ditangkap" dari alam liar bisa ditemukan dalam eksperimen laboratorium untuk menguji risiko paparan atas manusia dan kemudian "melarikan diri" melalui staf yang terinfeksi.

"Sangat menarik. Banyak pertanyaan," ujar Thea Fischer, anggota tim penyelidik dari Denmark, dari mobilnya saat keluar dari lab setelah kunjungan, menjawab pertanyaan wartawan, apakah tim telah menemukan sesuatu.

Beberapa ilmuwan telah meminta China untuk merilis perincian semua sampel virus corona yang mereka pelajari di laboratorium, untuk melihat mana yang paling mirip dengan SARS-CoV-2.

Sementara WHO menyatakan, China membatasi pergerakan tim dalam kunjungan di Wuhan dan tidak bisa leluasa melakukan kontak dengan masyarakat karena protokol kesehatan.

Tim penyelidik di bawah pimpinan WHO akan menghabiskan waktu dua minggu untuk melakukan kerja lapangan, setelah menyelesaikan dua minggu di karantina hotel setelah tiba di Wuhan.

Sebelumnya kepada BBC, Dr Shi Zhengli mengatakan telah dua kali berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait misi pencarian fakta Covid-19 di Wuhan.

“Saya secara pribadi dan dengan jelas menyatakan akan menyambut mereka untuk mengunjungi WIV,” melansir New York Post pada Selasa (22/12/2020).

Ilustrasi, penelitian Virus Corona di Laboratorium yang terdapat di Wuhan, China.
Dr Shi Zhengli di Laboratorium yang terdapat di Wuhan, China. (South China Morning Post)

“Saya secara pribadi akan menyambut segala bentuk kunjungan berdasarkan dialog yang terbuka, transparan, terpercaya, dapat diandalkan, dan masuk akal,” tulis ilmuwan yang terkenal dengan studinya tentang kelelawar, sehingga membuatnya disebut “ wanita kelelawar.”

Ditanya apakah itu akan mencakup penyelidikan formal dengan akses ke data dan catatan labnya, dia berkata, "Rencana spesifik bukan saya yang putuskan."

Dr Shi Zhengli bersikeras bahwa basis data online lab telah dihapus awal tahun ini.

Itu dilakukan karena serangan terhadap staf dan laboratorium tersebut.

Sementara penelitiannya disimpan di basis data lain serta "diterbitkan dalam jurnal bahasa Inggris dalam bentuk makalah.

Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved