Inilah Kapal Pesiar Mewah Malaysia Ditangkap Indonesia, Dibeli dari Hasil Korupsi Terbesar di Asia

Najib Razak didakwa atas kasus pencucian uang, penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran kriminal atas kepercayaan.

Editor: AbdiTumanggor
GETTY IMAGES VIA BBC INDONESIA
Kapal pesiar mewah Equanimity yang ditaksir bernilai Rp 3,4 triliun disita saat berlabuh di perairan di Bali. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berbicara soal skandal korupsi, salah satu yang tercatat sebagai mega korupsi terbesar di Asia adalah skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

1MDB adalah kasus korupsi yang melibatkan mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak.

Najib Razak didakwa atas kasus pencucian uang, penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran kriminal atas kepercayaan.

Penyelidik menemukan sekitar 10 juta dollar AS (Rp140 miliar) ditransfer ke rekening banknya sendiri.

Namun, tahun 2015, Wall Street Journal melaporkan Najib menyetor hingga 700 juta dollar AS (Rp9,8 triliun) dari 1MDB ke rekening pribadinya, meski dia membantah tuduhan itu.

Selama kasus tersebut berlangsung Amerika juga menyelidiki orang-orang yang terlibat dalam kasus yang menyengsarakan negeri Jiran itu.

Termasuk di anataranya adalah pemburuan kapal pesiar mewah yang diduga hasil pencucian uang dari korupsi 1MDB.

Menurut Reuters, kapal itu ditemukan pada Februari 2018, di pulau Bali Indonesia.

Kapal pesiar mewah milik Malaysia yang dibeli dari 1 MDB.

Kapal pesiar mewah milik Malaysia yang dibeli dari 1 MDB. (Asia Nikkei)

Sebelumnya, kapal itu dicari oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) sebagai bagian penyelidikian korupsi bernilai triliunan rupiah ini.

Kapal itu ditemukan di lepas pantai Banoa di pulau resort Bali.

"Kami sudah memeriksa kru sejak kemarin dan sekarang kami mengambil tindakan, karena kami sudah mendapat persetujuan dari pengadilan," kata Agung Setya, direktur kejahatan ekonomi dan khusus di biro investigasi kriminal Indonesia, kepada Metro TV tahun 2018.

Ditemukan ada 34 kru di dalamnya, kata Setya, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang Indonesia telah bekerja dengan Biro Investigasi Federal AS dalam kasus pencucian uang.

1MDB berada di pusat penyelidikan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura.

Sebanyak 4,5 miliar dollar AS (Rp63 triliun) disalahgunakan dari 1MDB oleh pejabat tingkat tinggi bersama rekan mereka, menurut tuntutan hukum perdata yang diajukan oleh DOJ.

Kapal Equanimity
Kapal Equanimity disita Kepolisian Indonesia atas permintaan badan penyidik federal Amerika Serikat, FBI. AFP
 
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved