Situasi Malaysia Makin Darurat Gara-gara Dampak Covid-19, Sampai Hati Ingin Lakukan Hal Ini
Situasi ekonomi dunia tampaknya semakin mendekati situasi berbahaya akibat pandemi Covid-19.
Saat dihubungi, juru bicara Miti mengatakan akan membagikan rincian pada waktunya jika ada pembaruan SOP Covid-19.
"Kami serius melakukan yang terbaik karena penguncian total akan mempengaruhi ekonomi," kata seorang pejabat pemerintah tanpa mau menyebut nama, karena diskusi ini bersifat rahasia.
"Ada berbagai upaya baru yang diajukan ke Dirjen Kesehatan tapi tidak ada yang tertarik. Bagi Kementerian Kesehatan, penguncian adalah satu-satunya jawaban," tambahnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, tidak menanggapi permintaan komentar pada hari Minggu.
Noor Hisham saat ini memimpin tanggapan Malaysia terhadap pandemi yang sejauh ini telah menewaskan 678 orang, dengan 18 kematian tertinggi yang tercatat Jumat lalu.
Namun data kementerian secara konsisten menunjukkan bahwa tempat kerja menjadi sumber utama kluster Covid-19. Sejak Jumat lalu, tiga perempat dari 32 cluster baru berasal dari tempat kerja.
Menteri Keuangan Tengku Zafrul Aziz mengakui MCO bisa meredam harapan pemulihan ekonomi tahun ini, setelah Malaysia mengalami resesi akibat pandemi.
Namun, dia mengatakan pemerintah mempertahankan perkiraan pertumbuhan 6,5% hingga 7,5% untuk tahun ini.
Proyeksi itu akan sangat diragukan bisa dicapai jika lebih banyak sektor ekonomi mengalami penutupan dalam beberapa minggu mendatang.
Malaysia pertama kali memberlakukan pembatasan ketat pada Maret tahun lalu melalui program yang dijuluki MCO 1.0.
MCO menahan warga untuk tetap di rumah mereka, menutup sekolah dan menutup bisnis, dan berhasil mengurangi jumlah kasus harian menjadi satu digit.
Ketika pembatasan diperkenalkan kembali pada 13 Januari tahun ini - MCO 2.0 - setelah infeksi harian bertahan pada tingkat empat digit selama dua bulan, mereka hanya membatasi aktivitas sosial dan ritel.
Justru sejak itu, jumlah kasus virus corona aktif telah meningkat dari lebih dari 32.000 menjadi lebih dari 42.000 kasus, jauh melebihi sekitar 34.000 tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 secara nasional.
(*/Tribun-medan.com/Kontan.co.id)
Tautan Artikel Intisari: Situasi Makin Darurat, Malaysia Sampai Hati Berencana Korbankan Ekonomi Utamanya demi Hentikan Penyebaran Covid-19, Separah Apa Situasi di Malaysia?
Baca juga: BREAKING NEWS Menaker Ida Fauziyah Beber Data Meningkatnya Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19
Baca juga: Viral Postingan Dokter Amelia Martira, Luapkan Perasaannya saat Lakukan Intubasi ke Pasien Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kakek-perbaiki-jalan-berlubang.jpg)