KRONOLOGI Seorang Wanita Diterkam Buaya Seusai Mandi di Sungai, Jasad Yati Ditemukan Gak Utuh Lagi
KRONOLOGI Seorang Wanita Diterkam Buaya Seusai Mandi di Sungai, Jasad Yati Ditemukan Gak Utuh Lagi
"Kolongnya cukup besar, pertama kali buaya itu kayak memberi isyarat kalau yang dibawa dia itu tubuh manusia korban tadi," jelas Fahrudin.
"Awalnya dikira burung, ternyata manusia. Habis itu diseret keliling kolong sekitar dua jam."
Bahkan, buaya tersebut awalnya tak mau melepas jasad korban.
Namun, perahu warga membuat buaya takut hingga meninggalkan jasad korban yang mengapung di sungai.
"Terakhir ada boat kawan kawan dari desa Ranggi, setelah itu baru jasadnya bisa diambil," kata dia.
"Kalau tidak ada boat (kapal) itu mungkin tidak akan dilepas oleh buaya itu."
Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi tak utuh.
Sejumlah bagian tubuh korban hilang dimakan buaya.
" Waktu ditemukan kondisi jenazah sudah tidak utuh. Tinggal badan dan kepala saja. Tangan dan kakinya sudah tidak ada," ujar Fahrudin.
Diduga, buaya yang menerkam Yati sudah menyerang dua warga lain sebelumnya.
Menurut Fahrudin, bukan kali ini saja warganya tewas diterkam buaya.
Pada 2017-2018 silam, buaya ganas juga pernah menyerang warga bernama Muldi yang sedang mandi di sungai.
Tak hanya itu, pada November 2020 lalu, buaya juga menyerang warga lain, Ustaz Rozi.
Namun, kedua korban sebelumnya selamat dan mengalami sejumlah luka.
"Antara tahun 2017-2018 lalu juga terjadi penyerangan oleh buaya yang menimpa korban Muldi cuma korban selamat," kata Fahrudin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-berenang-di-sungai-dan-buaya.jpg)