Ini Alasannya Kenapa Malaysia Punya Peluang Kebangkrutan Lebih Besar Ketimbang Indonesia

Dalam laporan keuangan negara pada 20 Juli 2020 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara soal utang negara.

Editor: AbdiTumanggor
Ist
Mahathir Mohamad saat bertemu dengan Presiden Jokowi 

Situasi di Malaysia juga lebih mengkhawatirkan, menurut The Star, situs berita Malaysia, lebih dari 80.000 warganya dinyatakan bangkrut sejak 2015.

Sejak 2015 hingga 2019, sebanyak 80.625 warga Malaysia telah dinyatakan bangkrut, menurut Dewan Rakyat dalam laporan terakhir Agustus 2019.

Dalam jawaban tertulis, Datuk Liew Kong mengutip statistisk Departemen Kepailitan mengatakan jumlah tertinggi kebangkrutan tercatat pada 2016 dengan total 19.588. Diikuti tahun 2015 dengan 18.457.

Tahun 2017, 18.227 Malaysia dinyatakan bangkrut kemudian 2018, ada 16.482 orang bangkrut.

Hingga terakhir pada Agustus 2019 7.871 orang Malaysia dinyatakan bangkrut.

Laki-laki adalah mayoritas dengan kasus 69.7% dari total keseluruhan.

Menteri di Depertemen Perdana Menteri, mengatakan bahwa kaum muda cenderung menghabiskan lebih banyak uang melebihi kemampuan finansial mereka.

Untuk mengtasi masalah ini, Liew mengatakan Badan Penyuluhan Kredit dan Manajemen Utang (AKPK) juga diminta memainkan peran dalam penyebaran kesadaran.

"Progam mereka melibatkan perencanaan keuangan dapat ditangani ada tahap pra-kebangkrutan," katanya.

"Manajemen keuangan yang hati-hati dan terorganisir akan memastikan posisi keuangan terbaik, Melalui pendidikan kaum muda Malaysia diharapkan lebih bijaksana menghindari kebangkrutan," ujarnya. Tautan Artikel:Meski Indonesia Punya Utang Rp5.868 Triliun, Sedangkan Malaysia Hanya Rp2.839 Trilun, Negeri Jiran Justru Punya Peluang Kebangkrutan Lebih Besar Timbang Indonesia, Ini Alasannya!

****

Baca juga: Daftar 6 Negara Maju yang Terperosok ke Jurang Resesi Karena Pandemi Covid-19

Baca juga: Profesor Ini Prediksi Indonesia Masuk Urutan 5 Kekuatan Ekonomi Dunia Rentang Waktu 2024 - 2050

MENKEU Sri Mulyani Sasar Youtuber Bayar Pajak Jangan Lupa

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan masyarakat yang memiliki sumber pendapatan untuk membayar pajak, tidak terkecuali untuk mereka yang mendapat penghasilan dari industri digital.

Dalam paparannya ketika mengisi acara "Kemenkeu Mengajar" kepada para siswa sekolah, Sri Mulyani mengajak para siswa untuk memiliki kesadaran membayar pajak.

"Nanti kalau sudah besar, bekerja, peduli dengan bayar pajak. Kalau bisa bekerja. Bahkan, enggak usah besar, sekarang anak kecil sudah bisa jadi bintang, dapat pendapatan, dari Youtube, itu juga jangan lupa tetap bayar pajak," jelas Sri Mulyani, Senin (30/11/2020).

Baca juga: FENOMENA Gerhana Bulan Malam Ini Terjadi Jam Berapa dan Gerhana Disaksikan di mana

Baca juga: JARANG DIKETAHUI Bahaya Konsumsi Vitamin D Berlebihan, Bisa Tulang Keropos dan Gagal Ginjal

Sri Mulyani pun menegaskan, pendapatan negara yang didapatkan dari pajak tersebut bakal digunakan untuk kepentingan orang banyak.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved