Mengharukan Pasien Koma 23 Hari Sadar Setelah Mendengar Penyiar Radio Kesayangan

Seorang pria bangun dari koma setelah mendengar host stasiun radio yang selalu didengarnya setiap hari.

Facebook/kiss92fm
Seorang pasien koma 23 hari sadar setelah mendengar penyiar radio kesayangan 

TRIBUN-MEDAN.com - Koma selama 23 hari tentu menjadi penantian yang cukup panjang baik bagi pasien dan keluarga. Tapi berkat suara penyiar radio, pria ini akhirnya terbangun dari tidur panjangnya.

Melansir AsiaOne, pria itu bernama Jeffrey asal Singapura. Ia mengalami koma setelah jatuh di rumah di awal November lalu.

Ia kemudan terbangun pada Minggu (29/11/2020), setelah mendengar teriakan host radiao DJ Kiss92 FM Andre Hoeden dan Divian Nair.

Kisah menyentuh ini langsung dibagikan oleh stasiun radio lewat postingan Facebook.

Jeffrey terbiasa mendengar radio setiap pagi, sebelum koma.

Putranya Jasper lalu menelepon ke stasiun radio pada 26 November, meminta para host untuk berbicara beberapa patah kata kepada ayahnya.

Sebelumnya dokter memang menyarankan keluargaa untuk mendengarkan suara familiar pada pasien.

Baca juga: NGERINYA Banjir di Tanjung Selamat, Mobil sampai Nyangkut di Pagar, Ini Foto-Foto Mobil Terendam

"Jeffrey, Jika Anda mendengarkan, dan kami ingin percaya bahwa Anda sedang mendengarkan sekarang. Kami harap Anda bangun," kata penyiar.

Para penyiar radio itu juga memainkan lagu favorit Jeffrey, (Everything I Do) I Do It For You oleh Bryan Adams.

Dan secara luar biasa, Jeffrey tersadar 3 hari setelahnya, tepatnya Minggu (29/11/2020).

Putra Jeffrey, Jasper membagikan kabar bahagia itu lewat telepon pada DJ.

Saat itu,  dia sedang menonton pertandingan sepak bola sambil berjaga di samping tempat tidur ayahnya.

"Saya merasa ada yang menelepon saya, saya kaget. Saya pikir hal-hal yang menakutkan di rumah sakit itu," kenangnya.

"Sejujurnya, ayah saya sudah koma selama 23 hari. Saya tidak pernah menyangka dia akan bangun [sic]."

Menurut Jeffrey, dia pernah memimpikan mendiang istrinya dan adegan lamarannya saat koma.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Kabupaten Karo Antisipasi Kemacetan di Sejumlah Titik

“Lalu tiba-tiba saya mendengar seseorang berbicara dengan saya. Saya mendengar suara Maddy,” kenangnya.

Kagum, Barber berkomentar bahwa ketiganya berharap Jeffrey bangun, tetapi "tidak berani berharap."

"Anda mendengar tentang hal-hal seperti itu, di mana orang-orang berada dalam keadaan koma. Anda perlu berbicara dengan mereka, tetapi pada saat yang sama, Anda tidak begitu yakin apakah itu melakukan sesuatu sama sekali," tambahnya. "Tapi Anda adalah bukti hidup."

Jeffrey masih "agak lemah", akunya, tapi senang "bisa kembali".

Mengakhiri panggilan dengan pesan mengharukan kepada putranya, suara Jeffrey pecah saat dia berkata, "Aku senang kamu tetap di sisi Ayah. Bahkan, Ayah tidak pernah mengira bahwa Ayah akan bangun."

Ini bukan pertama kalinya duo ayah dan anak ini memiliki momen yang menghebohkan di acara itu.

Awal tahun ini, Jasper telah menulis surat ke acara itu untuk meminta mereka menelepon ayahnya pada peringatan kematian ibunya karena dia harus berada di kamp pada hari itu.

Ayahnya membesarkannya seorang diri sejak ibunya meninggal ketika dia berusia enam tahun, katanya. (sal/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved