News Video
Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Kabupaten Karo Antisipasi Kemacetan di Sejumlah Titik
Kepala Bidang Prasarana dan Peralatan Dinas Perhubungan Kabupaten Toba Partogi Tambunan menyebutkan pihaknya akan mengupayakan antisipasi kemacetan.
Penulis: Maurits Pardosi |
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, masyarakat Toba mulai khawatir akan terjadinya kemcetan lalu lintas di sejumlah titik di Kabupaten Toba. Kemacetan lalu lintas terjadi biasanya akibat banyaknya kendaraan yang hilir mudik di jalanan Kota Balige.
Terkait kemungkinan kemacetan pada saat liburan Natal dan Tahun Baru, Kepala Bidang Prasarana dan Peralatan Dinas Perhubungan Kabupaten Toba Partogi Tambunan menyebutkan pihaknya akan mengupayakan antisipasi kemacetan tersebut.
“Jadi terkait penanganan lalu lintas menjelang hari Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Kepolisian Resort Toba itu secara rutin melakukan pengamanan lalu lintas di titik-titik kemacetan. Misalnya, di Balige terdapat tiga pos; di bundaran satu, kemudian pelabuhan Balige, dan kawasan Lumban Bulbul,” ujar Partogi Tambunan, Kepala Bidang Prasarana dan Peralatan Dinas Perhubungan Kabupaten Toba saat dikonfirmasi pada Jumat (4/12/2020).
Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah titik di Kabupaten Toba yang menjadi titik rawan kemacetan.
Berangkat dari pengalaman, pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas di sejumlah titik rawan kemacetan tesebut.
“Kemudian di Laguboti pas di simpang empat, kemudian di Sigumpar pas di simpang Silimbat. Kemudian di Porsea dan di terminal Ajibata. Jadi biasanya kepolisian dan Dinas Perhubungan akan menempatkan personil di masing-masing tempat untuk melancarkan dan meminimalisir kemacetan pada Natal dan Tahun Baru,” sambungnya.
Terkait pengalihan jalan dari kawasan Siborongborong menuju Balige atau sebaliknya, ia menjelaskan akan menggunakan jalan alternatif agar kemacetan bisa terurai.
“Jadi itu kita lakukan yang sifatnya situasional. Itu tergantung volume kendaraan membludak dan sangat padat, kita memlilih untuk pengaturan lalu lintas seRh misalnya untuk kendaraan yang dating dari arah Medan, ketika dia melintasi Balige maka kita arahkan sebelah kanan masuk ke Lumban Bulbul keluar ke Jalan Sutomo kemudian ke atas,” lanjutnya.
“Kemudian yang arahnya dari Tarutung, itu akan lewat dari jalur normal. Jadi pengalihan lalu lintas dan manajemen rekayasa lalu lintas akan kita lakukan situasional ketika kondisi kemacetan sangat padat,”pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)