Setengah Bulan Dikepung Banjir, Warga Keluhkan Beragam Penyakit
Rumah warga di Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Rumah warga di Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Dalam pengakuan Sumarseh, warga Dusun IX yang dijumpai Tribun-Medan.com, banjir sudah terjadi sejak setengah bulan lalu.
"Kalau ini udah setengah bulan lalu, ya gini-gini ajalah. Kalau malam kadang naik," ujarnya, Rabu (2/12/2020).
Dijelaskannya, selain Dusun IX, terdapat Dusun XIII yang juga tergenang air.
Diperkirakan terdapat lebih dari 30 kepala keluarga yang menetap di Dusun XIII.
"Di sana juga ada 30 keluarga lagi itu di sana," katanya.
Ia menambahkan, akses menuju ke Dusun XIII sudah tidak dapat lagi dilalui kendaraan bermotor dikarenakan jalan sudah terputus akibat tergerus air.
"Ini kalau pagi, di depan rumah banyak sepeda motor yang terparkir. Itu punya warga Dusun XIII," katanya.
Ia mengaku, saat ini warga Dusun XIII beraktivitas menggunakan perahu milik pribadi.
"Kalau gak punya perahu ya jalan, lewati jalan biasa. Nanti ambil motornya di sini," katanya.
Katanya, saat ini warga mengeluhkan beragam penyakit dikarenakan genangan banjir tersebut.
"Kutu air, masuk angin, kudis, banyaklah. Tapi yang paling risih itu sama kutu air," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengeluhkan penghasilannya yang menurun karena lahan sawitnya tergenang air.
"Kecil buahnya. Gak ada yang bisa dijual. Inilah kami bingung," ujarnya.
Ia menyebutkan, banjir di daerahnya dikarenakan tanggul di Sungai Asahan jebol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-di-simpang-empat-asahan.jpg)