PENGAKUAN Diego Maradona Sebelum Meninggal pada Dokter Menderita dan Putus Asa

Diego Maradona mengaku sangat menderita dan sudah putus asa kepada dokter pribadinya sesaat sebelum meninggal dunia.

Editor: Salomo Tarigan
Diego Maradona Press Offive via AFP
PENGAKUAN Diego Maradona Sebelum Meninggal pada Dokter Menderita dan Putus Asa 

PENGAKUAN Diego Maradona Sebelum Meninggal pada Dokter Menderita dan Putus Asa

TRIBUN-MEDAN.com Diego Maradona mengaku sangat menderita dan sudah putus asa kepada dokter pribadinya sesaat sebelum meninggal dunia.

Foto Diego Maradona di sebuah gereja Kota Buenos Aires, Argentina.
Foto Diego Maradona di sebuah gereja Kota Buenos Aires, Argentina. (capture youtube)

Baca juga: MULAI HARI INI 1 Desember, Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Desember, Tips Agar Klaim Diproses

Legenda sepak bola dunia, Diego Maradona, dinyatakan wafat pada Rabu (25/11/2020) di Buenos Aires akibat serangan jantung.

Kematian Maradona justru berbuntut panjang dengan munculnya banyak skandal.

Baca juga: PENGAKUAN Dokter Maradona Jawab Tuduhan Pembunuhan tak Sengaja, Suster Ikut Terseret

Skandal pertama diawali oleh laporan palsu yang dikeluarkan oleh suster pribadi Maradona, Dahiana Gisela.

Gisela diminta oleh sebuah perusahaan medis asal Argentina, Medidom, untuk membuat laporan palsu terkait kematian Maradona.

Baca juga: MULAI HARI INI 1 Desember, Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Desember, Tips Agar Klaim Diproses

Setelah itu, muncul lagi kabar yang menyebutkan bahwa dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, digerebek polisi.

Luque dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap Maradona dengan alasan kelalaian medis.

Meskipun sang Dewa Sepak Bola Argentina itu sudah berpulang hampir seminggu yang lalu, kasus kematiannya tak kunjung selesai.

Akhirnya, pada Senin (30/11/2020) waktu setempat, Luque muncul ke hadapan publik dan memberikan penjelasan.

Salah satu hal yang disoroti oleh publik adalah pernyataan Maradona menjelang akhir hayatnya kepada Luque.

Baca Juga: Inilah Pemain Persib yang Miliki Kemampuan seperti Diego Maradona

Diego Maradona berpose dengan dokter pribadinya, Leopoldo Luque, usai menjalani operasi hematoma subdural.
TWITTER.COM/TANZANIAUPDATES
Diego Maradona berpose dengan dokter pribadinya, Leopoldo Luque, usai menjalani operasi hematoma subdural.
Menurut laporan Marca yang dikutip BolaSport.com, Maradona mengaku sangat menderita dan putus asa menjelang kematiannya.

Bahkan, Maradona sudah mengisyaratkan kepada Luque kalau pria 60 tahun itu ingin menyudahi hidupnya.

Akan tetapi, Luque berusaha mencegah Maradona dan meyakinkannya untuk tetap kuat menghadapi penyakitnya saat ini.

"Pada satu tahap Maradona berkata kepada saya, 'Sampai kapan Anda ingin pergi ke sini Dokter? Saya sudah sangat menderita'," ujar Luque.

"Saya pikir Diego, pada akhirnya, meninggalkan pertarungannya dengan penyakit. Dia sangat sedih dan saya melihatnya seperti itu."

Baca juga: PENGAKUAN Dokter Maradona Jawab Tuduhan Pembunuhan tak Sengaja, Suster Ikut Terseret

"Dia menghukum dirinya sendiri dengan cara yang tidak akan saya izinkan sebagai temannya," tutur Luque melanjutkan.

Usai meninggal pada Rabu, Maradona dimakamkan di Bella Vista sehari setelahnya, Kamis (26/11/2020).

 JAWABAN Dokter Diego Maradona Tuduhan Pembunuhan, Susternya juga Diperiksa.

Dokter Diego Maradona menangis menyatakan, dirinya dijadikan kambing hitam atas kematian legenda sepak bola pekan lalu.

Baca juga: PSMS Ngotot Pertahankan Ferdinand Sinaga, Escobar dan Sagara, Ketiganya Bakal Dipermanenkan

"Mereka mencoba mencari kambing hitam," kata Leopoldo Luque dalam konferensi pers setelah rumahnya di Argentina digeberek penegak hukum, Sabtu (28/11/2020).

Rumah Luque digeledah setelah dia dijerat dengan tuduhan melakukan pembunuhan secara tidak sengaja karena kelalaian medis.

Baca juga: Ini Kata Danlanal Terkait Tanjungbalai Zona Merah Masuknya Narkoba

Dokter berusia 39 tahun itu bersikeras, dirinya tak melakukan kesalahan saat merawat Maradona yang meninggal pada Rabu pekan lalu (25/11/2020).

Diego Maradona wafat di usia 60 tahun, delapan hari setelah dia menjalani operasi untuk mengobati pembekuan darah di otak.

Dikutip AFP, Luque yang terisak mengatakan dia bertanggung jawab karena merawat dan berusaha meningkatkan daya hidunpnya di saat terakhr.

Luque menuturkan bahwa dia melakukan pekerjaan yang "berat, bahkan hampir mustahil", saat menyembuhkan pahlawan Argentina di Piala Dunia 1986 itu.

Baca juga: Diterjunkan Pasukan Khusus TNI, Kejar Kelompok Teroris di Sigi, Ini Tim Rahasia yang Ditugaskan Itu

Dia menganggap dirinya merupakan teman Maradona, dan menganggap sang legenda lapangan hijau adalah sosok ayah, bukan semata-mata pasien.

"Saya sangat yakin bahwa apa yang saya lakukan sudah merupakan yang terbaik untuk Diego," kata Luque dilansir New York Post Senin (30/11/2020).

Baca juga: Perawat Ini Berbohong Tak Periksa Kondisi Diego Maradona Sebelum Meninggal

Berdasarkan pemberitaan AS TV, si dokter menjelaskan Maradona sudah dibuatkan skema guna meredam konsumsi alkohol dan menyeleksi obat yang dikonsumsi.

"Dia seharusnya sudah pergi ke pusat rehabilitasi. Namun, dia tak menginginkannya," jelas Luque yang mengaku diusir beberapa kali saat membujuk si legenda.

Dokter itu melanjutkan, dalam pandangannya Maradona membutuhkan bantuan karena mengalami kecanduan terhadap alkohol dan narkoba.

Dia menyebut mantan pemain Napoli dan Barcelona itu adalah sosok yang tak bisa ditangani, dan sekali lagi mengaku bangga dengan pencapaiannya.

Baca juga: Wanita Muda Bercinta sama 2 Pria Sekaligus, Digerebek Tanpa Busana, Panik Tutup Tubuhnya yang Montok

"Saya sangat bangga dengan segala yang saya lakukan. Saya tak perlu menyembunyikan apa pun. Saya adalah sampah keadilan," kata dia.

Berdasarkan otopsi, Diego Maradona diketahui meninggal saat tidur karena mengalami edema paru-paru akut dan gagal jantung kronis.

Kantor jaksa penuntut Argentina menyatakan meski penyelidikan terus dilangsungkan, saat ini mereka masih belum menangkap siapa pun.

"Kami sudah harus memulai analisis material yang kami ambil dari kantor dan rumah Luque," jelas jaksa penuntut tanpa memberikan detil.

Baca juga: Ini Kata Danlanal Terkait Tanjungbalai Zona Merah Masuknya Narkoba

Baca juga: Wanita Muda Bercinta sama 2 Pria Sekaligus, Digerebek Tanpa Busana, Panik Tutup Tubuhnya yang Montok

Susternya juga diperiksa

Cerita terbaru muncul dari Dahiana Gisela, suster yang bertugas merawat sang legenda sepakbola dunia tersebut.

Menurut berita Clarin yang dikutip BolaSport.com, Gisela dipaksa membuat keterangan palsu terkait kematian Maradona.

Dalam pernyataan pertama kepada jaksa yang menginvestigasi kasus kematian Maradona, dia mengaku sempat masuk ke kamar pasien sebelum kejadian berlangsung.

Namun, dalam pernyataan kedua, Gisela justru mengaku tidak memasuki ruangan. Gisela sempat mendampingi Susana Cosachov (psikiater) dan Carlos Diaz (psikolog) untuk menjalani pemeriksaan rutin terhadap Maradona pada siang hari.

Nah, kejadian selanjutnyalah yang menjadi cerita. Gisela dipaksa oleh Medidom, perusahaan medis tempat psikiater dan psikolog tersebut bekerja, untuk bilang kepada pihak penyelidik bahwa dirinya telah mengecek kondisi Maradona saat pagi hari.

Padahal, Gisela tidak melakukan pemeriksaan dan tak masuk ke kamar. Dia memang mendengar pergerakan Maradona di kamar, tetapi tidak masuk ke dalamnya.

Sebuah laporan juga datang dari pukul 11:55 saat kunjungan Cosachov dan Diaz. "Setelah mengetuk pintu berkali-kali, pasien tidak merespons. Pada pukul 12.10, pasien tidak memiliki denyut nadi. PCR dasar dilakukan," bunyi laporan tersebut.

Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Maradona meminta kepada keluarga agar tubuhnya dibalsem ketika meninggal. Dia jadi orang Argentina keempat yang diawetkan dengan cara tersebut.

Sebelumnya, ada Jose de San Martin (mantan jenderal), Juan Domingo Peron (eks presiden), dan istri Peron.

Mantan kekasih Maradona menangis

Saat Maradona meninggal, ada seorang sosok wanita yang menarik perhatian di areal rumah duka.

Dia adalah mantan kekasih Maradona. Ia menangis sejadi-jadinya di rumah duka saat itu.

Dia adalah Ricio Olivia, mantan kekasih sang legenda pemilik Gol Tangan Tuhan.

Rocio Oliva tak boleh masuk ke rumah duka di Istana Kepresidenan, Kamis (26/11/2020).

Dikabarkan penolakan tersebut didasari atas perintah dari mantan istri legenda sepakbola itu, Claudia Villafane.

Maradona & Rocio Oliva
Maradona & Rocio Oliva (instagram)

Rocio Oliva tiba di Casa Rosada, Argentina, pada subuh dengan harapan bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Maradona, yang peti jenazahnya tergeletak di negara bagian.

Namun ia segera diberitahu oleh satpam di belakang gerbang bahwa dia tidak diizinkan masuk ke lapangan, dikutip Daily Mail, Kamis (26/11/2020).

Permohonan Rocio Oliva berlinang air mata untuk diizinkan masuk tidak terdengar dan dia diperintahkan untuk kembali pada pukul 07.00 pagi dan menunggu bersama dengan puluhan ribu penggemar yang telah menunggu semalaman untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.

"Saya tidak bisa datang jam tujuh pagi. Itu gila, itu gila,'' kata Oliva di siaran langsung televisi.

tribunnews

"Kamu tidak bisa melakukan ini. Saya tidak bisa datang. Dia ingin saya kembali pada pukul tujuh pagi bersama semua orang."

Oliva dan Maradona terlibat hubungan asmara selama 6,5 tahun sebelum memutuskan hubungan mereka pada 2018.

Oliva mengatakan kepada jaringan Argentina Todos Noticias bahwa dia tidak dapat menjelaskan alasan di balik keputusan Claudia Villafañe untuk melarangnya masuk ke dalam rumah kepresidenan melalui pintu masuk yang telah disiapkan untuk orang yang dicintai dan teman dekat Maradona.

"Saya adalah mitra terakhir Diego. Akulah wanita yang diminta Diego. Maksudku, tidak ada yang mengerti itu," kata Oliva sambil menahan air mata.

“Mereka tidak memikirkan Diego sebentar. Dia sudah mati dan hanya ada luka. Itu menyakitkan."

Kunjungan terbuka dimulai pukul 06:15 pagi waktu setempat setelah beberapa jam privasi untuk keluarga dan teman dekat.

Yang pertama mengucapkan selamat tinggal adalah putri dan anggota keluarga dekatnya.

Villafañe datang bersama putri Maradona, Dalma dan Gianinna.

Baca juga: Cerita Istri Datangi Suami Lagi Check In, Vidoenya Viral: Pelakor Merusak Rumah Tangga Sahabatku

Belakangan datang Verónica Ojeda, juga mantan istrinya, dengan putra mereka Dieguito Fernando.

(*)

Baca juga: PENGAKUAN Dokter Maradona Jawab Tuduhan Pembunuhan tak Sengaja, Suster Ikut Terseret

Baca juga: MULAI HARI INI 1 Desember, Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Desember, Tips Agar Klaim Diproses

Baca juga: HARGA EMAS Hari Ini, Harga Emas Batangan Dibanderol Rp 1.962.000| Rincian Harga Emas

Artikel ini sudah tayang di BolaSport.com , Pengakuan Diego Maradona dan  kompas.com

PENGAKUAN Diego Maradona Sebelum Meninggal pada Dokter Menderita dan Putus Asa

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved