PENGAKUAN Diego Maradona Sebelum Meninggal pada Dokter Menderita dan Putus Asa
Diego Maradona mengaku sangat menderita dan sudah putus asa kepada dokter pribadinya sesaat sebelum meninggal dunia.
Berdasarkan pemberitaan AS TV, si dokter menjelaskan Maradona sudah dibuatkan skema guna meredam konsumsi alkohol dan menyeleksi obat yang dikonsumsi.
"Dia seharusnya sudah pergi ke pusat rehabilitasi. Namun, dia tak menginginkannya," jelas Luque yang mengaku diusir beberapa kali saat membujuk si legenda.
Dokter itu melanjutkan, dalam pandangannya Maradona membutuhkan bantuan karena mengalami kecanduan terhadap alkohol dan narkoba.
Dia menyebut mantan pemain Napoli dan Barcelona itu adalah sosok yang tak bisa ditangani, dan sekali lagi mengaku bangga dengan pencapaiannya.
Baca juga: Wanita Muda Bercinta sama 2 Pria Sekaligus, Digerebek Tanpa Busana, Panik Tutup Tubuhnya yang Montok
"Saya sangat bangga dengan segala yang saya lakukan. Saya tak perlu menyembunyikan apa pun. Saya adalah sampah keadilan," kata dia.
Berdasarkan otopsi, Diego Maradona diketahui meninggal saat tidur karena mengalami edema paru-paru akut dan gagal jantung kronis.
Kantor jaksa penuntut Argentina menyatakan meski penyelidikan terus dilangsungkan, saat ini mereka masih belum menangkap siapa pun.
"Kami sudah harus memulai analisis material yang kami ambil dari kantor dan rumah Luque," jelas jaksa penuntut tanpa memberikan detil.
Baca juga: Ini Kata Danlanal Terkait Tanjungbalai Zona Merah Masuknya Narkoba
Baca juga: Wanita Muda Bercinta sama 2 Pria Sekaligus, Digerebek Tanpa Busana, Panik Tutup Tubuhnya yang Montok
Susternya juga diperiksa
Cerita terbaru muncul dari Dahiana Gisela, suster yang bertugas merawat sang legenda sepakbola dunia tersebut.
Menurut berita Clarin yang dikutip BolaSport.com, Gisela dipaksa membuat keterangan palsu terkait kematian Maradona.
Dalam pernyataan pertama kepada jaksa yang menginvestigasi kasus kematian Maradona, dia mengaku sempat masuk ke kamar pasien sebelum kejadian berlangsung.
Namun, dalam pernyataan kedua, Gisela justru mengaku tidak memasuki ruangan. Gisela sempat mendampingi Susana Cosachov (psikiater) dan Carlos Diaz (psikolog) untuk menjalani pemeriksaan rutin terhadap Maradona pada siang hari.
Nah, kejadian selanjutnyalah yang menjadi cerita. Gisela dipaksa oleh Medidom, perusahaan medis tempat psikiater dan psikolog tersebut bekerja, untuk bilang kepada pihak penyelidik bahwa dirinya telah mengecek kondisi Maradona saat pagi hari.
Padahal, Gisela tidak melakukan pemeriksaan dan tak masuk ke kamar. Dia memang mendengar pergerakan Maradona di kamar, tetapi tidak masuk ke dalamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jawaban-dokter-maradona.jpg)