Seorang Bocah 2 Tahun Meninggal di Gendongan Ibunya, Dibawa Mengemis di Pasar

Seorang balita berinisial AS (2) meninggal dunia saat diajak mengemis oleh ibunya, di kawasan Pasar Bantargebang, Bekasi

Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Pengemis 

Seorang Bocah 2 Tahun Meninggal di Gendongan Ibunya, Dibawa Mengemis di Pasar

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang balita berinisial AS (2) meninggal dunia saat diajak mengemis oleh ibunya, di kawasan Pasar Bantargebang, Bekasi, Kamis (26/11/2020) lalu.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan, balita malang tersebut baru diketahui meninggal dunia pada pukul 15.20 WIB.

"Iya, kemarin kejadiannya, meninggal pas ibunya mengemis di pasar."

Baca juga: Pengakuan Cindy, Cewek Berwajah Mirip Gisel, Diteror Imbas Video Syur 19 Detik, Sosok dan Fotonya!

"Pas digendong," kata Erna saat dikonfirmasi.

Awalnya, ibu korban berinisial NA (32) yang berdomisili di Bojongmenteng, Rawalumbu, pergi mengemis ke pasar sejak siang hari.

Kemudian, ia hendak memberikan AS makanan, setelah beberapa jam diajak mengemis berkeliling pasar sambil digendong.

Baca juga: BERITA FOTO Tim Gempur Bea Cukai Medan Ungkap Pabrik Minuman Mengandung Etil Alkohol di Medan

"Ketahuannya pas mau ngasih makan, kemudian enggak ada respons," jelasnya.

NA yang telah mengetahui AS sebelumnya sakit, langsung membawa korban ke puskesmas terdekat.

Saat diperiksa oleh petugas medis, AS sudah tak bernyawa.

Baca juga: Penduduk di Bibir Sungai Padang Tebingtinggi Diimbau Mengungsi, Banjir Kiriman Datang Dini Hari

"Langsung dibawa ke puskesmas, enggak tahunya meninggal."

"Anak itu katanya memang sakit, ibunya tahu kalau korban sakit," ucap Erna.

Cuma Cari Peruntungan

Petugas petugas Satpol PP Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Kamis (23/1/2020).

Setidaknya ada 11 PMKS yang terjaring, terutama di sekitar Masjid Istiqlal.

Mereka yang terjaring sempat memberontak dan mengaku tak mengemis di sekitar masjid.

Baca juga: Pengakuan Cindy, Cewek Berwajah Mirip Gisel, Diteror Imbas Video Syur 19 Detik, Sosok dan Fotonya!

Puluhan petugas Satpol PP pun langsung menyisir beberapa titik lokasi, yang disinyalir menjadi tempat para PMKS.

Mereka yang terjaring pun hanya bisa pasrah saat dimasukkan ke truk milik Dinas Sosial.

Namun, ada pula yang memberontak dan berusaha meyakinkan petugas mereka bukan mengemis.

 Revitalisasi Monas Ternyata Belum Dapat Izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka

Hal itu seperti yang dilakukan Zainal Abidin (60).

Ia sempat memberontak saat petugas menjaringnya.

"Saya bukan pengemis."

Baca juga: Penduduk di Bibir Sungai Padang Tebingtinggi Diimbau Mengungsi, Banjir Kiriman Datang Dini Hari

"Saya hanya mencari peruntungan dengan belas kasihan terhadap warga yang menjalankan ibadah," kata Zainal seusai diamankan petugas.

Zainal mengaku tak selalu berada di Masjid Istiqlal.

Ia kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baca juga: Penduduk di Bibir Sungai Padang Tebingtinggi Diimbau Mengungsi, Banjir Kiriman Datang Dini Hari

Ia pun mengaku tak memaksa warga yang ia temui.

"Lokasi saya pindah-pindah."

"Apalagi kalau datang petugas, ya saya pindah."

 Tunjuk Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo Jadi Penasihat Ahli, Kapolri Disebut Ingin Memajukan Bangsa

"Saya enggak mengemis," elaknya.

Sementara, Camat Sawah Besar Prasetyo mengatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin.

Razia ini kerap dilakukan untuk menekan keberadaan para PMKS yang dianggap meresahkan masyarakat.

Baca juga: Bibi Ardiansyah Puji Vanessa Angel Setinggi Langit dan Hebat, Ungkap Kerinduan pada Sang Istri

"Kegiatan ini sebenarnya rutin dilakukan."

"Biasanya dilakukan pada Hari Rabu yang dikenal dengan nama Rabu Tertib, tapi kita ganti harinya," terangnya.

Penertiban ini dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Sudinhub, dan Sudin Sosial Jakarta Pusat.

Kegiatan ini juga akan terus dilakukan agar wilayah Sawah Besar bebas dari masalah sosial.

"Nanti kalau dapat PMKS akan langsung dibawa petugas ke panti oleh Sudin Sosial," ucapnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Sawah Besar Rizaldi menyebut, ada 11 PMKS yang dijangkau petugas.

Mereka nanti akan dibawa ke panti sosial.  

"Tadi di Istiqlal ada 6 pengemis, dan di Jalan Kali Lio ada 3 manusia gerobak, kita langsung amankan."

"Pasukan yang kami kerahkan ada 70 personel gabungan," bebernya.

(*)

Baca juga: Pensiunan PNS Akan Dapat Uang Kaget Taperum, Begini Aturan Pengembalian Taperum

Dikutip dari wartakota.tribunnews.com

Seorang Bocah 2 Tahun Meninggal di Gendongan Ibunya, Dibawa Mengemis di Pasar

Sumber: Warta kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved