Negara Ini Rakyatnya Dilanda Kemiskinan, Tetapi Rajanya Terkaya Nomor Urut 1 di Dunia

Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang beberapa kali mencatat peningkatan angka kemiskinan sejak tahun 2000.

Editor: AbdiTumanggor
REUTERS
Warga Thailand mendemo sang raja yang baru kembali dengan salam tiga jari ala Hunger Games. 

Seorang pendiri perusahaan keuangan menyatakan, pihaknya dapat membantu warga Thailand terhindar dari lintah darat.

Sementara itu, para konglomerat lainnya menggelontorkan atau berjanji memberikan lebih dari 110 juta dollar AS atau setara sekira Rp 1,6 triliun (kurs Rp 14.853 per dollar AS) untuk membantu menyediakan masker dan bahan pangan.

Adapun Central Group menyatakan, jaringan ritel dan hotelnya yang tersebar di Thailand, Vietnam, Jepang, dan Italia akan membeli lebih banyak barang dari para pedagang kecil, mendonasikan ruang ritel, dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 74.000 karyawannya.

"Konglomerat-konglomerat terbesar merekrut banyak orang dan memiliki rantai pasok yang besar. Mereka bisa memberi dampak yang besar terhadap permintaan di dalam negeri, namun keputusan investasi tergantung pada kebutuhan bisnis," ujar Thanavath Phonvichai, ekonom dan presiden University of Thai Chamber of Commerce di Bangkok.

Gaya aneh dari Raja Thailand Vajiralongkorn
Gaya aneh dari Raja Thailand Vajiralongkorn (New York Post)

Bloomberg melaporkan, ada tiga keluarga Thailand yang masuk dalam daftar 10 besar keluarga terkaya di Asia per Agustus 2019.

Ketiga keluarga itu adalah keluarga Chearavanont pemilik Charoen Pokphand Group, keluarga Chirathivat pemilik Central Group, dan keluarga Yoovidhya pendiri minuman energi Red Bull.

Jumlah kekayaan ketiga keluarga tersebut setara dengan 16 persen produk domestik bruto (PDB) Thailand. Sebagai perbandingan, kekayaan 10 keluarga terkaya di AS hanya setara 3 persen PDB Negeri Paman Sam tersebut.

Ekonomi Thailand pada tahun 2020 diperkirakan akan mengalami kontraksi terbesar sejak 1990-an, menurut laporan Bank of Thailand.

Pemerintah Thailand telah menggelontorkan paket stimulus setara sekitar 15 persen dari PDB. Bank Dunia menyatakan, ini adalah salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

2. Sultan Hassanal Bolkiah

Ia merupakan raja yang memegang pemerintahan terlama di dunia setelah Ratu Elizabeth II.

Selain raja, ia juga merupakan Perdana Menteri Brunei.

Kekayannya dikabarkan berasal dari bisnis ekspor minyak dan gas alam.

Ia juga tinggal di Istana hunian terbesar dunia yakni Istana Nurul Iman dengan lebih dari 1.778 kamar.

Kekayaan bersihnya diperkirakan sekitar 28 miliar dollar AS.

3. Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud merupakan Raja Arab Saudi yang berkuasa pada 23 Januari 2015.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved