13 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Akhyar Nasution Kunjungi Warga Tionghoa, Singgung Soal Keberagaman Kota Medan

Ia mengatakan keberagaman etnis dan suku di Medan menjadikan sikap toleransi di kota ini tumbuh dengan baik.

Tayang:
HO / TRIBUN MEDAN
Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri undangan silaturahmi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa di CBD Polonia Medan, Rabu (25/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan merawat Kota Medan dimulai dari menghargai dan menjaga keberagaman.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri temu ramah bersama warga etnis Tionghoa, Rabu (25/11/2020) malam di Sekretariat DPD Inti Sumut Komplek CBD Polonia.

"Keberagaman agama, suku, budaya, itulah yang mengikat kita sebagai anak Medan. Karakter Medan itulah yang mewarnai kota kita," ujarnya.

Ia mengatakan keberagaman etnis dan suku di Medan menjadikan sikap toleransi di kota ini tumbuh dengan baik.

"Berbicara Kota Medan, saya kira kita semua sudah paham. Problemnya banyak sekali, saya kira tidak ada yang tidak punya masalah di kota kota lain. Tapi hal yang membuat beda, kita berada di satu rumah yang sama, yang hidup saling berdampingan," sebutnya.

Mengenai program yang akan dikerjakan, Akhyar mengatakan dia bersama Salman Alfarisi akan mendahulukan program prioritas.

"Pertama meneruskan apa yang sudah kami kerjakan. Alhamdulillah, 833 ruas jalan sudah diperbaiki, umumnya dibeton. Ini relatif lebih awet," ungkapnya.

Ia mengaku, Pemerintah Kota Medan di masa kepemimpinannya, telah memudahkan perizinan dan semuanya serba online system. Hanya saja, ada beberapa persoalan yang tidak bisa online seperti pengurusan IMB.

"Oleh karena itu, kepercayaan orang berinvestasi di Kota Medan cukup tinggi," katanya.

Di sisi lain, Akhyar mengungkapkan akan menyambung rantai ekonomi yang terputus. Sebab, selama Covid-19, terangnya, sangat banyak dampak yang dirasakan masyarakat.

"Banyak orang yang supply, tapi pembeli tidak ada. Oleh karena itu, nantinya saya akan menyurati rektor perguruan tinggi untuk memulai lagi pembelajaran tatap muka ini. Harapannya, rantai ekonomi yang terputus dapat tersambung lagi. Karena dampak dari sisi ini terjadinya lost income. Jadi kita mulai dari sini dulu," bebernya.

Maka dari itu, Akhyar mengharapkan, agar jangan ada keraguan dalam memilih Akhyar - Salman untuk menjadi pemimpin di Kota Medan.

"Jangan ada keraguan di hati bapak ibu, karena semua itu adalah keberagaman yang harus terus dipelihara," tandasnya.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Medan, Janlie mengajak seluruh warga keturunan Tionghoa khususnya di kepengurusan Inti Medan agar jangan golput pada pesta demokrasi 9 Desember mendatang.

"Saya selaku ketua di sini, kita cuma bisa mengimbau bahwasannya untuk Pilkada ini marilah kita menggunakan hak pilih kita, jangan golput. Apabila ada yang mengatakan, saya ingin kota Medan ini, saya ingin kota Medan begitu, nah apapun Kota Medan yang kita inginkan itu adalah di tangan anda masing-masing. Caranya yaitu datanglah ke TPS di hari H dan pilihlah sesuai dengan keinginan ataupun pilihan masing-masing, asal jangan golput. Itu adalah anjuran dari Perhimpunan Inti Medan," ucap Janlie.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved