Leha-leha Sama Para Selirnya, Raja Thailand Bikin Jerman Geram, Terancam Diusir Ketahuan Lakukan Ini
Bundestag, sebutan bagi parlemen Jerman, mengatakan bahwa Vajiralongkorn menikmati kekebalan diplomatik selama ia tinggal di sebuah vila di Bayern.
Pemimpin royalis Warong Dechgitvigrom, yang telah berusaha mengumpulkan orang untuk melawan para pengunjuk rasa, mengatakan raja telah menyuruhnya untuk "membantu menyebarkan kebenaran".
Pemerintah Prayuth melarang aksi protes bulan lalu dan menangkap banyak pemimpin terkenal, tetapi kebijakan darurat dibatalkan setelah hal itu menjadi bumerang dengan menarik lebih banyak orang ke jalan-jalan Bangkok.
Tiga pemimpin aksi unjuk rasa yang terkenal dirawat di rumah sakit selama akhir pekan setelah polisi mengatakan mereka ditangkap kembali setelah batas penahanan mereka berakhir.
Salah satunya pingsan di tahanan polisi dalam kejadian yang membuat marah pengunjuk rasa.
Prayuth mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri dan menolak tuduhan bahwa pemilu tahun lalu direkayasa demi keuntungan pribadinya.
Aktivitas Raja Thailand Maha Vajiralongkorn di Jerman tengah menjadi sorotan.
Parlemen Jerman menyatakan Raja Thailand akan diusir jika terbukti menjalankan pemerintahan dari vilanya di Bayern.
Lamanya ia menetap di Eropa menjadi sorotan publik Thailand di tengah aksi protes yang berkecamuk.
Bundestag, sebutan bagi parlemen Jerman, mengatakan bahwa Vajiralongkorn menikmati kekebalan diplomatik selama ia tinggal di sebuah vila di Bayern.
Namun Jerman memiliki kuasa untuk dapat mengusirnya sewaktu-waktu.
Baca juga: Luna Maya & Denny Sumargo Sempat Bikin Heboh Gegara Lakukan Hal Romantis Ini, Bikin Netizen Baper
Menurut penilaian Layanan Akademis Bundestag (WD) yang ditugaskan oleh Partai Kiri yang berhaluan sosialis, pemerintah Jerman hanya memiliki sedikit kuasa untuk mengusir Raja Thailand, meskipun baru-baru ini Vajiralongkorn diancam oleh Menteri Luar Negeri Heiko Maas agar tidak memerintah negaranya dari wilayah Jerman.
Ancaman Maas tersebut disampaikannya saat aksi protes tengah berkecamuk di Thailand, menentang pemerintahan raja yang tidak demokratis.
Lebih dari 50 orang terluka dalam demonstrasi yang terjadi di Bangkok pada pekan lalu.
"Kami telah menjelaskan bahwa kebijakan yang mempengaruhi negara Thailand tidak dilakukan dari tanah Jerman," kata Maas pada awal Oktober.
Tetapi, selain mengusir raja dari Jerman sebagai persona non grata, penegak hukum tidak dapat mewakili rakyat Thailand untuk menuntut raja, bahkan ketika dia sedang berlibur, kata Bundestag.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nasib-selir-rebut-posisi-permaisuri-raja-thailand-akhirnya-copot-istri-baru-dinikahi-3-bulan.jpg)