Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri
Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri
Dalam penerbangan, disorientasi spasial diartikan sebagai ketidakmampuan seorang pilot untuk menafsirkan dengan benar posisi pesawat, ketinggian atau kecepatan udara.
Pada penyelidikan awal Angkatan Udara Taiwan mengesampingkan kegagalan mekanis sebagai penyebab hilangnya pesawat, menurut Hatever.
Jet tempur mampu naik ke ketinggian 7.000 kaki dalam 60 detik setelah lepas landas berarti tidak ada masalah dengan pesawat itu sendiri.
Selain itu Hatever mengatakan semua catatan perawatan menunjukkan jet dalam kondisi baik.
''Semua sistem berfungsi normal sebelum F-16, nomor ekor 6672, menghilang dari layar radar pada pukul 18.07, sembilan mil laut di timur laut Pangkalan Udara Hualien,'' kata Hatever.
Pilot jet yang hilang, Kolonel Chiang Cheng-chih, komandan berusia 44 tahun dari 26th Tactical Fighter Group, memiliki waktu terbang yang terakumulasi selama 2.230 jam.
Sebelumnya netizen China menyebarkan berita dan gambar bohong yang menunjukkan jet F-16 Taiwan yang hilang tersebut mendarat di seberang Selat Taiwan di Bandara Xiamen di provinsi Fujian di China.
Netizen Tiongkok menulis bahwa pilot telah membelot dari negara itu dan membawa jet buatan Amerika bersamanya.
Akibatnya Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengutuk tindakan netizen China pada Jumat (20 November2020).
Presiden Tsai mengatakan bahwa sebagai panglima tertinggi, dia tidak akan mentolerir hilangnya seorang perwira yang digunakan sebagai propaganda melawan militer Taiwan.
Istri Chiang mengatakan suaminya tidak akan pernah membelot ke China karena dia adalah seorang pahlawan. (taiwannews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jet-tempur-f-16-taiwan-hilang.jpg)