Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri

Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri

Editor: Tariden Turnip
CNA
Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri . Jet tempur F-16 Taiwan 

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri 

Taiwan kembali kehilangan prajuritnya setelah kepala teknisi 26th Tactical Fighter Group ditemukan bunuh diri Minggu (22 November 2020).

Kepala teknisi 26th Tactical Fighter Group yang diidentifikasi sebagai Sersan Huang, ditemukan tidak sadarkan diri  di baraknya di Pangkalan Udara Hualien, setelah melukai diri sendiri.

Ini kehilangan kedua bagi Angkatan Udara Taiwan terutama bagi 26th Tactical Fighter Group setelah sebelumnya Kolonel Chiang Cheng-chih yang menerbangkan F-16  yang lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien dinyatakan hilang dan hingga kini jasad dan bangkai pesawat belum bisa dievakuasi.

Sersan Huang segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Angkatan Bersenjata Hualien.

Dokter tidak dapat menyadarkan Huang dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Menurut penyelidikan awal oleh Kementerian Pertahanan Nasional (MND), kematian Huang karena bunuh diri tidak terkait dengan hilangnya F-16 yang diawaki Kolonel Chiang Cheng-chih.

Namun, penyelidikan sedang berlangsung dan penyebab pasti kematian Sersan Huang belum ditentukan.

Sebelumnya militer Taiwan menyatakan ada indikasi jet tempur F-16 yang diawaki Kolonel Chiang Cheng-chih berada di kedalaman 1.000 meter.

Kapal Taiwan melakukan pencarian pesawat F-16 yang dideteksi berada di kedalaman 1.000 meter dalam laut
Kapal Taiwan melakukan pencarian pesawat F-16 yang dideteksi berada di kedalaman 1.000 meter dalam laut (CNA)

Liberty Times melaporkan Sabtu (21/11/2020), pengujian menunjukkan reaksi logam di bawah air di daerah tersebut, menunjukkan adanya kotak hitam, meskipun mereka harus menunggu cuaca yang lebih sejuk sebelum memastikan lokasinya.

Sabtu pagi, sebuah pesawat anti-kapal selam P-3C terbang di atas daerah itu, sementara kapal penyelamat dan penyapu ranjau juga mengumpulkan informasi.

Namun, kedalaman yang cukup dan arus yang kuat telah mencegah peralatan eksplorasi dan kamera bawah air diturunkan.

Komandan Angkatan Udara Hatever Hou-chi menduga hilangnya jet tempur F-16 akibat disorientasi spasial yang dialami pilot.

Hatever mengatakan jet F-16 kursi tunggal, diawaki Kolonel Chiang Cheng-chih, jatuh di 7.000 kaki dalam 20 detik, sekitar 1 menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien pada pukul 6:05 Selasa sore.

''Ketinggian 7.000 kaki mungkin terjadi karena pilot mengalami disorientasi spasial setelah memasuki lapisan awan, dan dia kehilangan arah,'' kata Havatar.

Dalam penerbangan, disorientasi spasial diartikan sebagai ketidakmampuan seorang pilot untuk menafsirkan dengan benar posisi pesawat, ketinggian atau kecepatan udara.

Pada penyelidikan awal Angkatan Udara Taiwan mengesampingkan kegagalan mekanis sebagai penyebab hilangnya pesawat, menurut Hatever.

Jet tempur mampu naik ke ketinggian 7.000 kaki dalam 60 detik setelah lepas landas berarti tidak ada masalah dengan pesawat itu sendiri.

Selain itu Hatever mengatakan semua catatan perawatan menunjukkan jet dalam kondisi baik.

''Semua sistem berfungsi normal sebelum F-16, nomor ekor 6672, menghilang dari layar radar pada pukul 18.07, sembilan mil laut di timur laut Pangkalan Udara Hualien,'' kata Hatever.

Pilot jet yang hilang, Kolonel Chiang Cheng-chih,  komandan berusia 44 tahun dari 26th Tactical Fighter Group, memiliki waktu terbang yang terakumulasi selama 2.230 jam.

Sebelumnya netizen China menyebarkan berita dan gambar bohong yang menunjukkan jet F-16 Taiwan yang hilang tersebut mendarat di seberang Selat Taiwan di Bandara Xiamen di provinsi Fujian di China.

Netizen Tiongkok menulis bahwa pilot telah membelot dari negara itu dan membawa jet buatan Amerika bersamanya.

Akibatnya Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengutuk tindakan netizen China pada Jumat (20 November2020).

Presiden Tsai mengatakan bahwa sebagai panglima tertinggi, dia tidak akan mentolerir hilangnya seorang perwira yang digunakan sebagai propaganda melawan militer Taiwan.

Istri Chiang mengatakan suaminya tidak akan pernah membelot ke China karena dia adalah seorang pahlawan. (taiwannews)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved