News Video

Tangis Sang Ayah Melihat Anaknya Lahir dengan Usus Terburai dan Harus Terbungkus Kantong Darah

Suara jeritan bayi berusia 7 hari asal Desa Jenteres Stabat, Langkat, terdengar keras di Lantai 4 Ruang Perinatologi RSUD Pirngadi Medan

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos

Kata Syaiful seperti disampaikan dr Sayrd, kemungkinan rujukan tak diterima oleh RSUP Adam Maliktl karena kalau pun harus dirujuk orang yang menangani juga dokter yang sama.

Selain itu, sama dengan di RSUD Pirngadi Medan kantong silo bag juga diyakini tidak ada di RSUP Haji Adam Malik Medan.

Sehingga, saat ini usus sang bayi masih dibungkus dengan kantong darah.

Artinya, usus si bayi tidak dibungkus dengan kantong yang seharusnya.

Bayi terlahir dengan berat badan 2500 gram dan panjang 48 cm. 

Kunjungan ini kata Abyadi Sirehar merupakan Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) dalam merespon laporan yang diterima.

Apalagi menurut dia kejadian ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan.

Akan tetapi setelah melihat langsung dan berkomunikasi dengan dokter serta tim manajemen RSUD Pirngadi Medan, terhadap pasien memang telah dilakukan berbagai upaya pelayanan.

Termasuk kondisinya telah dijelaskan kepada orang tua bayi.

"Tapi perhitungan dokter bedah kalau (ususnya) dimasukkan sama halnya dengan menyakiti karena perutnya yang kecil. Hal ini lah yang membuat mereka tidak bisa melakukan operasi," tuturnya.

Sementara itu, terkait harapan keluarga agar dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik, Abyadi menyatakan akan segera dikoordinasikan.

Karena menurut penjelasan pihak RSUD Pirngadi mereka telah mengkomunikasikannya melalui sistem sis rute untuk proses rujukan.

"Tapi memang Pirngadi mengaku belum mendapatkan respon. Ini lah yang nanti akan kita koordinasikan. Dari sisi pelayanan, sejauh ini saya lihat sudah proporsional, tetapi tetap akan kita kroscek lagi," pungkasnya.

Disamping itu Abyadi menyampaikan mengecek persoalannkantong silo bag tersebut Ombudsman kata Abyadi akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan juga Kementerian kesehatan RI.

"Masa iya, di dua rumah sakit terbesar di Sumatra Utara kantong silo bag itu tidak ada," ujar Abyadi.

(jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved