17 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
Debat Publik Kedua, Pengamat Politik Nilai Akhyar Kenali Masyarakat, Bobby Bidik Milenial
Dalam debat kedua ini, konsistensi kedua paslon terlihat dari pakaian yang dikenakan masing-masing.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - KPUD Kota Medan menggelar debat publik kedua pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang mengangkat tema tentang meningkatkan pelayanan masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah, Sabtu (21/11/2020) malam di Grand Mercure Hotel.
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), Sohibul Ansor menuturkan, dalam debat kedua ini, konsistensi kedua paslon terlihat dari pakaian yang dikenakan masing-masing.
"Saya melihat ada konsistensi di sini. Nomor 1 berkata bahwa identitas yang dikenakan hari ini adalah berlambang bahwa kami tahu dari fragmentasi masyarakat-masyarakat sebagai tempat yang multi kultur. Kami kenali kalian satu per satu. Each by each, i know who you are. Itu konsistensi dari awal," Shohibul Anshor, Sabtu (21/11/2020) malam.
Sedangkan Booby - Aulia, menurut kacamata Shohibul Anshor, pakaian yang dikenakannya melambangkan membidik kaum milenial saja.
"Bobby itu konsisten dia membidik milenial. Menurut saya tafsiran mereka ini adalah identitas milenial untuk lebih menarik perhatian," ujarnya.
Baca juga: Dua Panelis Debat Pilkada Ditolak Paslon, KPU Kota Medan Angkat Bicara
Terlepas dari pakaian yang digunakan, Shohibul hanya berpesan kepada kedua paslon agar jangan lupa dengan hal-hal yang substansi.
"Substansi kita adalah bagaimana rakyat itu sejahtera. Sejahtera itu seperti apa? Aman dia, kemudian makan cukup karena pekerjaan ada, lalu anak bersekolah, yang sakit ada obatnya atau kalau enggak ada uang ada BPJS, lalu masa depan ada. Itu yang harus diwacanakan dengan sebuah pembuktian-pembuktian argumentasi yang masuk akal, sehingga orang berpikir, ini yang betul," jelasnya.
Shohibul juga berpesan, agar ada sportifitas antara kedua pendukung dan kepada semua aparat harus netral, jangan main curang, apalagi penyelenggara jangan ada yang main-main.
"Jangan ada kemenangan yang dilakukan berdasarkan kecurangan. Demokrasi kita harus naik kelas. Pada 2015 lalu, sangat kecil nilai partisipasi pemilih, sekarang kita harapkan naik. Caranya seperti apa? Yakinkan bahwa rakyat akan lebih sejahtera di tangan kalian," tutupnya.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/debat-kandidat-pasangan-calon-kepala-daerah-kota-medan.jpg)