Sejumlah Petani di Kabupaten Samosir Mulai Enggan Menanam Padi, Ternyata Karena Alasan Ini

Di masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian Kabupaten Samosir membagi-bagikan bantuan sejumlah bibit tanaman

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Ama Santa Nainggolan satu dari sekian petani yang ditemui Tribun Medan di perladangan miliknnya di Sinajur Mula-mula Samosir sebagai orang yang kesulitan memoeroleh pupuk bersubsidi. 

“Inilah yang pertaniannya bisa panen sampai dua kali dalam setahun,” katanya.

Lantas, apakah peralihan tanam padi ke jagung memiliki dampak untuk pemenuhan sektoror pangan di Samosir, Junelis menilai belum ada dampak.

“Kami bukan hanya mengharapkan sisi padi saja, tapi kami bisa menanam jagung, menanam kacang, dan juga menanam sayur-sayuran," katanya.

Baca juga: Petani Diminta Jangan Khawatir Soal Pupuk Subsidi, Dinas Tanaman Pangan Beri Jaminan Stok Banyak

Berdasarkan data statistik hasil pertanian yang dipaparkan Junelis, memang dalam lima tahun terakhir, yakni dari tahun 2015 hingga 2019, hasil pertanian padi dan jagung hanya berbeda tipis saja.

Pada tahun 2015, produktivitas padi sebanyak 50,38 kwintal per hektare dengan produksi 43.337 ton.

Kemudian, di tahun 2016, produktivitas padi berkisar 47,28 kw/ha dengan produksi sebesar 38.916 ton.

Lalu, di tahun 2017, produktivitas padi berkisar 52,06kw/ha dengan produksi sebesar 39.888 ton.

Baca juga: Kementan Ungkap Penyabab Pupuk Subsidi Hilang di Pasaran hingga Petani Menjerit

Selanjutnya, di tahun 2018, produktivitas padi sebesar 48,98 kw/ha dengan produksi padi sebanyak 43.155 ton.

Terakhir, pada tahun 2019, produktivitas padi sebesar 50,41 kw/ha dengan produksi padi sebesar 54.067 ton.

Untuk jagung, di tahun 2015 produtivitasnya sebesar 58,31 kw/ha dengan produsi sebesar 7.009 ton.

Sementara pada tahun 2016, produktivitasnya 53,33 kw/ha dan produksi sebesar 7,306 ton.

Baca juga: Gunakan Android, Petani Berkesempatan Konsultasi dengan Pakar Pertanian

Tahun 2017, produktivitasnya 73,13 kw/ha dan produksi 19.513 ton.

Tahun 2018, produktivitasnya 53,79 kw/ha dengan produksi 17.414 ton.

Terakhir, di tahun 2019, produktivitasnya 55,10 kw/ha dengan produksi: 47.617 ton.(cr3)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved