Sejumlah Petani di Kabupaten Samosir Mulai Enggan Menanam Padi, Ternyata Karena Alasan Ini

Di masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian Kabupaten Samosir membagi-bagikan bantuan sejumlah bibit tanaman

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Ama Santa Nainggolan satu dari sekian petani yang ditemui Tribun Medan di perladangan miliknnya di Sinajur Mula-mula Samosir sebagai orang yang kesulitan memoeroleh pupuk bersubsidi. 

TRIBUN-MEDAN.com,PANGURURAN-Sejumlah petani di Kabupaten Samosir saat ini pelan-pelan meninggalkan tanaman padi.

Mereka enggan menanam padi karena berbagai alasan.

Dari keterangan Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, sekarang petani di sana lebih memilih menanam jagung.

Baca juga: Kebutuhan Sawit Dalam Negeri Meningkat, Harga TBS di Petani Rp 2.000 Per Kilogram

“Masyarakat menanam jagung karena dalam pengurusannya itu lebih gampang.

Kemudian, pangsa pasarnya juga menjanjikan,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Junelis Samosir, Rabu (18/11/2020).

Dia mengatakan, karena sudah banyak petani yang beralih menanam jagung ketimbang padi, tingkat produksi jagung di Kabupaten Samosir tahun ini mengalami surplus.

Namun begitu, sambung Junelis, bukan berarti tanaman lain seperti bawang merah dan kentang ditinggalkan.

“Kemarin kami baru saja menyalurkan bibit padi, kentang dan bawang merah ke petani.

Bantuan ini bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung petani di masa pandemi Covid-19,” kata Junelis.

Baca juga: Permudah Petani Budidayakan Jagung, Cory Sebayang Berencana Datangkan Mesin Pengering

Disinggung lebih lanjut mengenai fenomena petani Samosir meninggalkan padi, Junelis mengatakan bahwa hal itu tak terlepas dari kondisi alam yang kerap berubah-ubah.

Selama ini, kata Junelis, petani padi di Samosir hanya bisa mengharapkan hujan turun.

“Sebagaimana kita tahu, pulau Samosir ini pertaniannya tadah hujan.

Jadi hanya ada beberapa tempat saja yang sektor pertanian padinya bagus,” kata Junelis.

Baca juga: Petani di Binjai Didorong Memproduksi Padi dengan Pupuk Organik, Lebih Sehat dan Ekonomis

Dari sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir, hanya empat kecamatan saja yang bisa panen padi selama dua kali dalam setahun.

Adapun keempat kecamatan itu di antaranya Kecamatan Harian, Kecamatan Sianjur, Kecamatan Sitiotio dan Kecamatan Palipi.

“Inilah yang pertaniannya bisa panen sampai dua kali dalam setahun,” katanya.

Lantas, apakah peralihan tanam padi ke jagung memiliki dampak untuk pemenuhan sektoror pangan di Samosir, Junelis menilai belum ada dampak.

“Kami bukan hanya mengharapkan sisi padi saja, tapi kami bisa menanam jagung, menanam kacang, dan juga menanam sayur-sayuran," katanya.

Baca juga: Petani Diminta Jangan Khawatir Soal Pupuk Subsidi, Dinas Tanaman Pangan Beri Jaminan Stok Banyak

Berdasarkan data statistik hasil pertanian yang dipaparkan Junelis, memang dalam lima tahun terakhir, yakni dari tahun 2015 hingga 2019, hasil pertanian padi dan jagung hanya berbeda tipis saja.

Pada tahun 2015, produktivitas padi sebanyak 50,38 kwintal per hektare dengan produksi 43.337 ton.

Kemudian, di tahun 2016, produktivitas padi berkisar 47,28 kw/ha dengan produksi sebesar 38.916 ton.

Lalu, di tahun 2017, produktivitas padi berkisar 52,06kw/ha dengan produksi sebesar 39.888 ton.

Baca juga: Kementan Ungkap Penyabab Pupuk Subsidi Hilang di Pasaran hingga Petani Menjerit

Selanjutnya, di tahun 2018, produktivitas padi sebesar 48,98 kw/ha dengan produksi padi sebanyak 43.155 ton.

Terakhir, pada tahun 2019, produktivitas padi sebesar 50,41 kw/ha dengan produksi padi sebesar 54.067 ton.

Untuk jagung, di tahun 2015 produtivitasnya sebesar 58,31 kw/ha dengan produsi sebesar 7.009 ton.

Sementara pada tahun 2016, produktivitasnya 53,33 kw/ha dan produksi sebesar 7,306 ton.

Baca juga: Gunakan Android, Petani Berkesempatan Konsultasi dengan Pakar Pertanian

Tahun 2017, produktivitasnya 73,13 kw/ha dan produksi 19.513 ton.

Tahun 2018, produktivitasnya 53,79 kw/ha dengan produksi 17.414 ton.

Terakhir, di tahun 2019, produktivitasnya 55,10 kw/ha dengan produksi: 47.617 ton.(cr3)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved