KEJUTAN Donald Trump mau Serang Situs Nuklir Iran, Langsung Dibalas
Iran memberikan respons atas berita niat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang hendak menyerang situs nuklir
KEJUTAN Donald Trump mau Serang Situs Nuklir Iran, Langsung Dibalas
TRIBUN-MEDAN.com - Iran memberikan respons atas berita niat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang hendak menyerang situs nuklir mereka.
Juru bicara pemerintah Ali Rabiei dalam konferensi pers menegaskan, setiap serangan yang datang bakal mereka balas dengan lebih keras.
Meski begitu, Rabiei menerangkan bahwa Washington bukan pihak bodoh yang bakal mengobarkan konflik lebih besar di Timur Tengah.
Baca juga: Terungkap, Trump Sempat Berniat untuk Serang Situs Nuklir Iran
"Sikap kami sama. Setiap serangan yang menerpa rakyat Iran bakal dibalas dengan lebih keras," ujar dia dikutip AFP Selasa (17/11/2020).
Dia melanjutkan berdsaarkan opininya, rencana serangan dari "Negeri Uncle Sam" terhadap situs nuklir mereka jelas ada di meja Trump.
Tetapi, dia mengatakan dengan yakin bahwa AS tidak akan berani untuk menciptakan kekacauan yang bisa berimbas baik di Timur Tengah maupun dunia.
Sebelumnya berdasarkan pemberitaan The New York Times, presiden berusia 74 tahun itu bertanya ke stafnya mengenai rencana serangan ke Iran.
Niat itu disampaikan saat pertemuan di Ruang Oval Kamis pekan lalu (12/11/2020), yang dihadiri Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, maupun Chairman Kepala Staf Gabungan, Mark Milley.
Baca juga: Berikut Jadwal Pencairan dan Syarat Penerima BLT Guru Honorer di https://info.gtk.kemdikbud.go.id/
"Trump menanyakan apakah dia mempunyai opsi yang bakal diambil terhadap situs nuklir utama Iran dalam beberapa pekan mendatang," ulas The Times.
Baca juga: Ukraina Sebut Iran Menghindar dari Tanggung Jawab Penyelidikan Pesawat yang Ditembak Jatuh
Presiden dari Partai Republik itu menanyakannya setelah Badan Atom Dunia (IAEA) memberikan laporan mengenai perilaku Teheran.
Dalam laporannya, IAEA menjabarkan Teheran terus menimbun uranium level rendah di atas batas yang ditetapkan berdasarkan perjanjian 2015.
Para pejabat senior langsung mencegah niat itu, di mana sang presiden diperingatkan aksinya bisa menimbulkan perang yang berdampak luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/donald-trump-akan-ajukan-gugatan-ke-mahkamah-agung-karena-merasa-dicurangi-di-pilpres-as.jpg)