TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menelisik Wisata Alam Tangkahan Langkat, Bekas Surganya Pembalakan Liar
Bentang alam kawasan Tangkahan merupakan perpaduan hutan alami dan areal perkebunan, pedesaan, sungai, bukit, tebing, goa-goa alam dan lembah.
Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Sumatera Utara (Sumut)memiliki destinasi wisata alam yang seksi dan eksotis. Satu di antaranya Tangkahan yang terletak pada zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Leuser.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman Taman Nasional Gunung Leuser, Tangkahan memiliki luas area 3.837,77 hektare (Ha).
Zona pemanfaatan Tangkahan secara pengelolaan Taman Nasional masuk ke dalam dua wilayah Resor. Yakni, Resor Tangkahan dan Resor Cinta Raja, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah VI Besitang, Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah III Stabat.
Lokasi ini berada di Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
Bentang alam kawasan Tangkahan merupakan perpaduan hutan alami dan areal perkebunan, pedesaan, sungai, bukit, tebing, goa-goa alam dan lembah.
Hal-hal bernuansa alami itulah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Kawasan Tangkahan terletak di pertemuan dua sungai yaitu Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan yang kemudian mengalir ke hilir dan bertemu Sungai Musam.
Sungai Batang Serangan mengalir membelah Sungai Tanjung Pura sebelum sampai ke Pantai Timur Sumatera.
Beberapa potensi unggulan di kawasan ini diantaranya adanya sumber air panas, air terjun, goa-goa alam dan tebing.
Keseluruhan zona pemanfaatan Tangkahan adalah ruang publik, artinya diperuntukkan bagi kegiatan wisata pengunjung.
Untuk menuju Tangkahan, dari Kota Medan, perlu menempuh perjalanan darat selama 3 sampai 4 jam. Jarak tempuhnya kurang lebih 95 km dari Kota Medan.
Kondisi jalan relatif baik, walaupun terdapat kurang lebih 20–25 Km saat ini yang mengalami kerusakan sedang, tetapi dapat dilalui dengan kecepatan 20 – 30 Km/ jam.
Sejarah Tangkahan
Produk Pariwisata Alam Tangkahan pertama kali diluncurkan pada Februari 2004, ditandai dengan kunjungan Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gajah-sumatera-konser.jpg)