Kisah Soekarno Luluh Hati, Dibujuk Wanita Cantik Ini Demi Bebaskan Agen CIA yang Ingin Membunuhnya
Soekarno telah siap memberikan hukuman kepada agen bersangkutan, namun semua itu sirna setelah hatinya luluh karena sosok wanita.
TRIBUN-MEDAN.com - Sepenggal cerita ketika Presiden Soekarno melakukan manuver membebaskan agen CIA yang hendak membunuh dirinya.
Bukan tanpa sebab serta alasan Bung Karno memutuskan untuk melepaskan agen CIA AS kala itu.
Baca juga: Bagi China, Bukan Trump atau Joe Biden, Tapi Sosok Inilah yang Paling Ditakuti Jika Jadi Presiden AS
Baca juga: Dibalas Sadis! Perawat Ini Bunuh dan Masak Dokter, Berawal Diperas hingga Dipaksa Behubungan Badan
Kala itu, Soekarno marah besar atas rencana pembunuhan terhadap dirinya yang ingin dilakukan agen AS tersebut.
Soekarno telah siap memberikan hukuman kepada agen bersangkutan, namun semua itu sirna setelah hatinya luluh karena sosok wanita.
Siapakah sosok wanita tersebut dan bagaimana kisahnya?
Baca juga: Siapa Sebenarnya Sosok Bunda Nina Wati? Wanita yang Beri Perintah Kamiso Tembak Aiptu Robin Silaban
Baca juga: Ulah Cairan Suami Jelang Bercumbu Mesra, Wanita Ini Nyaris Tewas, Bikin Keringat Dingin di Ranjang
Dilansir dari Intisari Online ( grup Tribunmedan.com ), pada tahun 1958 meletuslah Pemberontakan Rakyat Semesta ( Permesta ) di kawasan Indonesia Timur.
Tidak hanya pasukan lokal yang terlibat dalam aksi makar tapi juga melibatkan dukungan dari militer AS dan para agen CIA.
Militer AS yang berpangkalan di Filipina (Clark Air Force Base) memberi dukungan pesawat-pesawat tempur,
persenjataan dan logistik lain kepada para pemberontak dan para agen CIA demi melumpuhkan pemerintahan RI.
Presiden Soekarno (Bung Karno) yang sudah memahami bahwa dirinya menjadi orang yang diincar untuk dibunuh oleh para agen CIA sebenarnya sangat marah.
Menurut Bung Karno seperti tertulis dalam buku biografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, PT Media Pressindo 2007,
jika CIA memang menargetkan dirinya mereka tidak perlu menjadi pilot-pilot pesawat tempur Permesta (AUREV) dan membunuhi warga sipil.
Maka ketika salah satu pesawat pembom B-25 yang diterbangkan agen CIA, Allan Pope,
berhasil ditembak jatuh oleh pesawat tempur AURI/TNI AU.
Allan Pope sendiri tertangkap dan ketika diadili langsung dijatuhi hukuman mati.