Kisah Alfredo Reinaldo, Tentara Sakit Hati Timor Leste, Rasis Berujung Nekat Tembak Presidennya
Reinaldo adalah mayor angkatan bersenjata Timor Leste, FDTL yang ikut berjuang memberikan kemerdekaan bagi Timor Leste.
Karena itu, dia sakit hati lalu marah pada Ruak, pada Mei 2006 bersama 600 anggita FDTL melakukan desersi sebagai protes atas perlakukan itu.
Ruak yang geram justru memecat semua anggota yang melakukan protes massal.
Kemarahan makin memuncak, Reinaldo melakukan aksi rusuh dan membuat satu negara porak poranda.
Baca juga: 4 Zodiak Ini Harus Diwaspadai Tahun 2021, Zodiak ke-3 Masuk Dalam Daftar Tukang Selingkuh 2021
Reinaldo melakukan taktik gerilya mirip Fretlin ketika menyerang FDTL, sama dengan yang dilakukan ketika melawan Indonesia.
Lama-lama Timor Leste dirundung kerusuhan dan pertikaian antar etnis terjadi.
Ratusan rumah dibakar dijarah 100.000 warga Timor Leste mengungsi ke perbatasan Indonesia di NTT untuk mencari perlindungan.
Karena situasi makin gawat, militer Indonesia lagi-lagi ikut berjaga-jaga di perbatasan.
Baca juga: Banyak yang Kaget, Ternyata El Rumi Kenal Irwan Mussry dari Ahmad Dhani, Bukan dari Ibu Kandungnya
Keadaan semakin kacau dan pemerintah tak bisa mengendalikannya.
Mereka sampai minta bantuan ke Australia, Portugal, Selandia Baru dan Malaysia.
Sebanyak 150 militer Australia dikerahkan.
Tak lama setelah pasukan Australia datang.
Baca juga: 2 Alasan Cerdas BJ Habibie saat Ambil Keputusan Lepaskan Timor Leste (Timor Timur) 20 Tahun Silam
Rumah Menteri Dalam Negeri Regeria Lobato dibakar, istri dan lima anaknya tewas.
Tentara resmi kebingungan dan menembaki markas polisi padahal ada personel PBB di dalamnya.
Puncaknya 11 Februari 2008, Reinaldo menyerang presiden Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao di rumahnya.
Ramos Horta tertembak dan nyaris mati, sementara Xanana selamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/2225053530.jpg)