Akhirnya Macron Sadar Sudah Sakiti Umat Muslim, Bebas Berpendapat, tapi Tak Bisa Bedakan Konteks
Macron sebelumnya dianggap mendukung kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di Prancis, meskipun dalam konteks menghina Nabi Muhammad.
TRIBUN-MEDAN.com - Nama Presiden Prancis, Emmanuel Macron sepekan kemarin jadi sorotan dunia karena pernyataannya yang membuat sakit hati perasaan umat Muslim di seluruh dunia.
Bahkan karena pernyataannya tersebut, sejumlah kepala negara banyak yang mengecam dirinya, termasuk Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Sadar telah melukai perasaan umat Muslim di dunia, Presiden Macron meluruskan terkait sikapnya yang dinilai mengundang reaksi negatif dari umat Islam sedunia.
Dilansir TribunWow.com ( Tribunmedan.com grup ), Macron sebelumnya dianggap mendukung kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di Prancis, meskipun dalam konteks menghina Nabi Muhammad.
Baca juga: Nia Ramadhani Beri Kejutan Ultah Ibunya, Ajak Ketiga Anak Rayakan Bersama dengan Sederhana
Baca juga: Kunjungi Anak Korban kekerasan, Tampar Jadikan Laras Sebagai Duta Anak Anti Kekerasan Sumut
Buntutnya, banyak terjadi gejolak sebagai bentuk protes atas sikap dari Macron tersebut.
Tindakan nyatanya ada seruan dari negara-negara dengan basis Islam di dunia untuk memboikot produk-produk Prancis.
Menghadapi situasi yang semakin memanas, termasuk juga menyusul adanya aksi teror yang terjadi di Nice, tepatnya di sebuah gereja, Kamis (29/10/2020), Emmanuel Macron akhirnya angkat bicara.
Melalui unggahan Twitter pribadinya, @EmmanuelMacron, Minggu (1/10/2020), dirinya mengatakan tidak bermaksud untuk mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam bentuk karikatur tersebut.
Selain itu, dirinya juga membantah disebut memusuhi Islam.
Menurutnya, kabar yang beredar belakangan ini terkait dirinya adalah ada kekurangpahaman.
Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintahan Prancis hanyalah untuk memerangi terorisme yang mengatasnamakan Islam.
Dalam unggahannya tersebut, Emmanuel Macron menulisnya dengan menggunakan bahasa Arab.
"Saya melihat banyak kebohongan, dan saya ingin menjelaskan hal-hal berikut: Apa yang kami lakukan sekarang di Prancis adalah memerangi terorisme yang dilakukan atas nama Islam, bukan Islam itu sendiri.
Terorisme ini telah merenggut nyawa lebih dari 300 warga kita," tulis Emmanuel Macron menggunakan bahasa Arab.
Selain itu, Macron juga mengaku menyadari apa yang sedang dialami oleh Prancis.
Di antaranya yang paling terlihat nyata adalah adanya boikot produk dari negara berjuluk Kota Mode tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/unjukrasa-umat-muslim-di-dunia-yang-tersinggung-dengan-pernyataan-emmanuel-macron.jpg)