Niat Baik Para Ladyboy Thailand Ikut Wajib Militer, Berubah Jadi Penderitaan 'Dimangsa' Tentara Pria
Terlihat bagaimana sekelompok transgender Thailand duduk dengan berbalut pakaian wanita duduk di belakan barisan pria.
Setiap bulan April, pria-pria Thailand yang berusia 21 tahun harus secara sukarela melayani negara selama enam bulan.
Sebuah kasus kematian saat wajib militer setelah pemukulan oleh tentara menjadi sorotan kebrutalan kehidupan tentara yang banyak ingin dihindari orang.
Baca juga: Kasihan! Alasan Terlalu Cantik Wanita Ini Ditolak Kerja, Bikin Gempar Kaum Hawa Seantero Negeri
Pengecualian dibuat untuk mereka yang secara fisik atau mental tidak mampu.
Wajib militer juga diperuntukkan untuk wanita transgender.
Dokter akan memeriksa mereka apakah telah megalami perubahan fisik seperti telah operasi payudara atau operasi kelamin.
Baca juga: Kesal 5 Tahun Tak Bertelur, Wanita Ini Putuskan Sembelih Ayamnya, Temukan Harta Senilai Rp 4 Miliar
Mereka yang memiliki perubahan fisik, yang menunjukkan "gangguan identitas gender", dibebaskan dari kewajiban dan tidak perlu kembali.
Namun, mereka yang belum mengalami perubahan tersebut harus kembali hingga dua tahun lagi, kecuali rumah sakit militer menyatakan mereka tidak mampu.
Sebenarnya mereka juga diperlakukan berbeda.
"Tentara diperintahkan untuk memperlakukan dan menghormati wanita transgender sebagai wanita," kata Letnan Kolonel Ongard Jamdee. (Masrurroh Ummu Kulsum)
(*)
SUMBER : INTISARI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/2675755912.jpg)