Saham-saham Samsung Group Melonjak setelah Bosnya Lee Kun-hee Meninggal, ternyata Ini Pemicunya
Sehari setelah Lee Kun-hee meninggal, Minggu (25/10/2020), harga saham Samsung Group malah melonjak dalam perdagangan Senin (26 Oktober 20200).
TRIBUN-MEDAN.COM - Saham-saham Samsung Group Melonjak setelah Bosnya Lee Kun-hee Meninggal, ternyata Ini Pemicunya
Bos Samsung Group Korea Selatan, Lee Kun-hee meninggal pada usia 78 tahun, Minggu (25/10/2020).
Lahir pada tahun 1942, Lee Kun-hee membantu mengembangkan bisnis mie ayahnya Lee Byung-chull menjadi bisnis teknologi terbesar Korea Selatan.
Lee Kun-hee, yang membangun Samsung Electronics menjadi raksasa global di smartphone, semikonduktor dan televisi, meninggal setelah menghabiskan lebih dari enam tahun di rumah sakit menyusul serangan jantung, demikian pernyataan perusahaan Samsung, seperti dilansir Reuters.
"Ketua Lee adalah seorang visioner sejati yang mengubah Samsung menjadi inovator dan raksasa industri terkemuka di dunia dari bisnis lokal awalnya," kata Samsung dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan tidak merinci penyebab kematiannya dan menolak untuk mengomentari apakah Lee Kun-hee meninggalkan surat warisan.
Selama masa hidupnya, Samsung Electronics berkembang dari pembuat TV tingkat kedua menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia berdasarkan pendapatan –sejajar dengan merek Jepang seperti Sony Corp, Sharp Corp dan Panasonic Corp dalam chip, TV, dan layar.
Samsung juga mengakhiri supremasi handset Nokia Oyj dan mengalahkan Apple Inc di smartphone.
"Warisannya akan abadi," kata Samsung.
Pemimpin kharismatik Samsung Group dan orang terkaya di negara itu, tumbuh menjadi konglomerat terbesar Korea Selatan.
"Lee adalah sosok simbolis dalam kebangkitan Spektakuler Korea Selatan dan bagaimana Korea Selatan menganut globalisasi.
Kematiannya akan diingat oleh begitu banyak orang Korea," kata Chung Sun-sup, kepala eksekutif perusahaan peneliti Chaebul.com.
Lee Kun-hee, yang berusia 78 tahun, adalah pemimpin generasi kedua dari pendiri Samsung.
Pada usia 11 tahun, tepat setelah Perang Korea berakhir, ayahnya Lee Byung-Chull mengirimnya belajar ke Jepang.
Lee Byung-Chull ingin Lee Kun-hee mempelajari cara Jepang bangkit setelah kalah dalam Perang Dunia II.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keluarga-lee-kun-hee.jpg)