Andalkan Resep Warisan Nenek, Cut Dian Sukses Memulai Usaha di Tengah Pandemi, Begini Ceritanya

Cut Dian Satriani, seorang notaris memulai usaha kuliner kuenya di masa pandemi covid 19.

Tayang:
Istimewa/Tribun Medan
Cut Dians manfaatkan waktu kerja dari rumah untuk memulai usaha cake. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sepotong kue Raisin Cake yang legit yang mempunyai cita rasa tempo dulu dan sepotong kue proltape terasa lumer di mulut dengan rasanya yang tidak terlalu manis. 

Perpaduan tape, singkong, kismis dan keju begitu nikmat di lidah. 

Cut Dian Satriani, seorang notaris memulai usaha kuliner kuenya di masa pandemi covid 19.

Di tengah ancaman resesi, Cut panggilan akrabnya, malah meraup untung dari usaha kuliner ini.

Awal mula memulai usaha karena aktivitas Cut di kantor berkurang, sehingga waktu luas dihabiskan di rumah aja. 

“Di awal pandemi, kan benar – benar lockdown di rumah. Jadi saya punya waktu luang di rumah, yang biasanya sibuk dengan urusan kantor. Di situ saya sering memasak cemilan cemilan makanan sendiri untuk keluarga. Selain ternyata kita mendapat dan membuat makan yang lebih sehat dan lebih banyak menghemat untuk tidak jajan di luar. Kemudian terpikir coba – coba menawarkan kuliner makanan lewat medsos, ternyata ada beberapa teman teman medsos yang pingin mencoba. Awalnya ya teman dan keluarga, kemudian terus berkembang dengan bertambahnya permintaan customer," ujarnya saat berbincang dengan Tribun-Medan.com, Kamis (22/10/2020). 

Adapun, menu utama yang ditawarkan Cut sebagian besar adalah makanan jenis cake.

Mulai dari raisin cake, fruit cake, prol tape sampai berbagai variant cheese cake lembut yang sedang tren saat ini.

“Dari berbagai jenis cake yang saya jual, ada varian yang bestseller, seperti raisin cake dan fruitcake dan prol tape. Karena di toko – toko kue atau bakery jarang ada varian kue seperti prol tape, raisin cake. Dan cheese cake. Makanya banyak peminatnya," katanya. 

Ia menambahkan, keistimewaan kue Cut terletak dari bahannya yang premium dan tanpa bahan pengawet serta resepnya berasal dari warisan neneknya.

Sedari kecil, kata Cut, nenek yang lulusan sekolah masak zaman Belanda menuntut cucunya harus pandai memasak dan membuat kue

Oleh karena itu, ia selalu mencatat resep yang diajarkan neneknya saat neneknya terlebih saat mereka membuat cemilan bersama. 

“Resep nenek saya itu dipengaruhi oleh citarasa Belanda zaman itu. Jadi resep kue nenek saya ini jadul (jaman dulu). Cita rasa berbeda dengan kue yang banyak dijual di pasaran," ujarnya. 

Meski demikian, Cut tetap berinovasi dengan resep resep baru yang ia miliki.

Untuk mengikuti pangsa pasar, Cut berkreasi dengan membuat kuekue yang sedang tren saat ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved