Sumut Terkini

Air Terjun Tiga Tingkat dan Tertinggi di Indonesia Ada di Asahan, Tiket Masuk Cuma Rp 20 Ribu

Air terjun Ponot dapat diakses dari Asahan dengan jarak tempuh setidaknya 90 menit hingga 2 jam dari Kota Kisaran, dan empat jam dari Medan.

TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
AIR TERJUN - Air Terjun Ponot, yang terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. (Alif Alqadri Harahap/Tribun-medan.com) 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Tribuners, nyari objek wisata yang asri, nyaman, tenang, dan murah untuk mengisi waktu liburan? 

Boleh kunjungi air terjun Ponot yang merupakan air terjun tertinggi di Indonesia. Terletak di perbatasan Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Air Terjun Ponot memiliki ketinggian 250 meter.

Tepatnya, di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.

Air terjun Ponot dapat diakses dari Asahan dengan jarak tempuh setidaknya 90 menit hingga 2 jam dari Kota Kisaran, dan empat jam dari Kota Medan melalui via Tol.

Air terjun tinggi, memberikan tempias air yang segar dan mampu menghapus rasa lelah Tribuners. Aliran air terjun juga dapat di jadikan menjadi tempat mandi.

Apalagi, objek wisata ini bisa dijadikan sebagai objek swafoto bersama keluarga atau pacar.

Untuk biaya kontribusi kebersihan di wisata alam air terjun ponot, di kenakan biaya Rp 10.000 untuk sepeda motor, dan Rp 20.000 untuk mobil sudah termasuk parkir. 

Dari areal parkir, hanya butuh waktu 10 menit saja untuk sampai ke bibir Air terjun. Keindahan khas air terjun dengan tumbuhan-tumbuhan hijau yang tumbuh di sekeliling Air terjun. Susunan bebatuan tersusun rapih mengikuti aliran air.

Keindahannya bukan hanya di objek wisata. Namun, sepanjang perjalanan, Tribuners akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang asri, mulai dari hutan rapat, air terjun yang keluar dari celah bebatuan tebing, hingga aliran sungai Asahan yang menjadi sungai dengan jeram terbaik nomor 3 di dunia.

Tak hanya itu, dalam perjalanan Tribuners akan disuguhkan wisata sejarah yang mana, terdapat salah satu jembatan tertua di Sumatera Utara, yakni Jembatan Parhitean.

Jembatan ini berdiri megah diatas Sungai Asahan yang dibangun sejak 1936 hingga 1949, serta diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Hatta.

Tribuners, juga bisa melanjutkan perjalanan langsung ke arah Toba melalui jalur alternatif yang juga menunjukan panorama keindahan alam menakjubkan.

Di perjalanan ini, Tribuners akan menemukan bendungan Sigura-gura yang sempat menjadi Ikon uang kertas pecahan Rp 100 Indonesia yang kini masih dirawat baik oleh PT Indonesia Asahan Alumunium.

Bendungan ikonik ini juga menjadi salah satu pemandangan yang bisa dinikmati dalam perjalanan dari Air Terjun Ponot menuju ke Toba.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved