Gubernur Edy Rahmayadi Kecewa Kabupaten/Kota Se-Sumut Minim Serapan Anggaran, Padanglawas Cuma 20%
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kecewa atas minimnya penyerapan anggaran untuk tahun 2020 di 33 kabupaten/kota.
Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kecewa atas minimnya penyerapan anggaran untuk tahun 2020 di 33 kabupaten/kota.
Dari seluruh daerah se-Sumut, Edy mengatakan, Kabupaten Padanglawas yang paling rendah serapan anggarannya.
"Saya minta pada kabupaten/kota untuk dengan cepat melakukan penyerapan anggaran. Dari data yang saya terima masih ada beberapa daerah yang serapannya rendah, di antaranya Padanglawas sampai saat ini hanya melakukan penyerapan anggaran 20 persen. Ini paling terkecil dari kabupaten/kota lainnya," kata Edy Rahmayadi pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tentang review inflasi Sumut di Pendopo Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Rabu (21/10). .
Mengenai pemulihan ekonomi di masa pendemi Covid-19, Edy juga meminta para kepala dearah untuk melakukan sosialisasi pada UMKM yang ada di daerah, agar memanfaatkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Menurutnya, sampai saat ini di Sumut hanya 340 ribu UMKM yang memanfaatkan bantuan ini.
Padahal, untuk Sumut sudah disiapkan alokasi 2,4 juta UMKM.
"Kita sudah disiapkan 2,4 juta UMKM oleh Pemerintah Pusat. Contoh Jabar yang sudah 2,5 juta UMKM yang menerima dan memanfaatkan bantuan itu. Saya iri dengan provinsi lain yang begitu antusias memanfaatkan bantuan ini untuk pemulihan ekonomi di daerahnya," katanya.
Mengenai pangan, Edy juga meminta bantuan pada seluruh unsur terkait dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.
Kabupaten/kota diminta untuk memanfaatkan potensi pertanian daerah dalam menjaga inflasi di Sumut.
Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dalam paparannya menjelaskan di Sumut daya beli masyarakat sudah kembali meningkat.
Secara kumulatif, inflasi Sumut mencapai 0,40% di bawah rata-rata historisnya.
Sepanjang 2020, deflasi utama bersumber dari kelompok transportasi didorong oleh penurunan tarif angkutan udara.
Deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan yang menjadi komoditas favorit di masa pandemi.
Mengenai kenaikan harga beberapa komoditas yakni cabai rawit dan bawang merah, menurut Wiwiek, disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.
Sedangkan kenaikan harga bawang putih dan daging ayam dipengaruhi faktor peningkatan permintaan konsumen di tengah ketersediaan stok yang cenderung terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gubernur-sumtu-edy-11.jpg)