Gubernur Edy Rahmayadi Tegaskan Kepulauan Nias Tidak Lagi Diisolasi Gara-gara Covid-19

Kondisi pandemi Covid-19 di Kepulauan Nias menunjukkan situasi yang semakin membaik. Sehingga penanganannya ditangani daerah teresebut

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/HO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau langsung kesiapan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penanganan Covid-19 Kepulauan Nias, Senin (21/9/2020) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi pandemi Covid-19 di Kepulauan Nias menunjukkan situasi yang semakin membaik. Sehingga penanganannya tidak lagi dilakukan Satgas Covid-19 Provinsi Sumut.

Tetapi dilanjutkan oleh Satgas Covid-19 kabupaten dan kota di Kepulauan tersebut.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan langsung hal tersebut kepada Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Nias Selatan Ria Novida Telaumbanua dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Sumut Riadil Akhir Lubis di rumah dinasnya, Senin (19/10/2020).

"Kalau kita lakukan dengan benar, Insya Allah akan selesai masalah Covid-19 di Kepulauan Nias. Penanganan tetap berlanjut dengan dilakukan satgas masing kabupaten dan kota," kata Edy dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2020).

Aturan swab diganti aturan " rapid test"

Riadil menimpali, ada beberapa hal yang berubah setelah penanganan dialihkan ke satgas daerah.

Antara lain, selama ini jika ingin masuk ke Kepulauan Nias harus menunjukkan hasil swab negatif, maka mulai Selasa (20/10/2020), setiap orang yang ingin masuk ke Nias cukup menunjukan hasil negatif (non-reaktif) dari rapid test.

Hal itu sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berbincang dengan Bupati <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/nias' title='Nias'>Nias</a> Utara Haogosochi Hulu di rumah dinasnya, Senin (19/10/2020)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berbincang dengan Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu dan  Penjabat sementara (Pjs) Bupati Nias Selatan Ria Novida Telaumbanua di rumah dinasnya, Senin (19/10/2020). (Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut)

Isolasi terpusat tetap dilanjutkan

Terkait isolasi terpusat, Riadil mengatakan tetap dilanjutkan.

Tetapi, jika selama ini isolasi dilakukan di sembilan hotel, diturunkan menjadi lima hotel dan pembiayaanya masih ditanggung satgas provinsi, termasuk operasional tenaga kesehatan (nakes).

Banyak kemajuan yang sudah dicapai, salah satunya adalah di Kepulauan Nias sudah memiliki laboratorium swab sendiri.

"Untuk laboratorium swab, sekarang kita memanfaatkan laboratorium RSUD Gunungsitoli. Tidak lagi dikirim ke laboratorium fakultas kedokteran USU di Medan. Sudah 3.150 orang yang di-swab, dari rencana 2.000 orang. Artinya kita telah melampaui target awal," kata Riadil.

Sekolah tatap muka mulai 2021

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved