Breaking News

Penanganan Covid

Perintah Gubernur Edy Rahmayadi Setelah 14 Orang Terpapar Covid-19 di Samosir

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberi atensi penyebaran kasus covid-19 di Kabupaten Samosir.

Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/HO
GUBERNUR Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut terkait pencegahan Covid-19 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman 41 Medan, belum lama ini 

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN -

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberi atensi penyebaran kasus covid-19 di Kabupaten Samosir.

Pasalnya, kini ada 14 orang terpapar Covid-19 di wilayah yang sebelumnya terkategori zona hijau tersebut.

Edy mengaku sudah memerintahkan Pemkab Samosir untuk melakukan pengetatan akses, guna mencegah penyebaran virus Corona.

Ia tidak ingin bertambahnya jumlah kasus positif di Samosir.

Pengetatan yang dilakukan, kata dia, tidak menutup tempat wisata-wisata di wilayah tersebut.

Hanya saja, setiap warga yang datang harus sudah melakukan pemeriksaan rapid test.

"Kita tidak tutup pariwisata, karena dengan alasan perekonomian. Tetapi kita ketatkan, orang luar yang masuk ke Kabupaten Samosir," ucapnya, usai menemui demonstran di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (13/10/2020).

Edy juga menyebutkan dirinya baru tahu bahwa sekolah di Samosir ternyata sudah buka.

Dengan adanya kasus belasan orang terpapar Covid-19, Edy mengatakan sudah meminta aktivitas tatap muka ditiadakan sementara guna antisipasi penyebaran virus.

"Saya baru tahu sekolah sudah dibuka," ujarnya.

Sementara itu, untuk Kepulauan Nias pengetatan akses masuk akan berakhir pertengahan bulan Oktober ini.

"Pengetatan Pulau Nias sampai dengan tanggal 20 Oktober," jelasnya.

Menurutnya, pengetatan akses masuk ke Pulau Nias diperpanjang, karena masih adanya tranportasi yang mengangkut penumpang masuk ke wilayah tersebut.

Untuk itulah, pihaknya mengantisipasi penyebaran virus dengan memperketat akses masuk orang ke Kepulauan Nias.

"Karena masih banyaknya tranportasi udara dan transportasi laut juga membawa penumpang masuk. kita takut orang yang dari luar masuk ke dalam membawa wabah," ucapnya.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Lompat Pagar Temui Demonstran, lalu Naik ke Mobil Komando Pendemo

Baca juga: Usai Bunuh Anaknya, Samsul Bahri Perkosa Ibu Korban hingga Pingsan, Diulangi lagi saat Korban Sadar

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Samosir dr Nimpan Karo-karo menyebutkan ada 14 orang warga Samosir yang terkonfirmasi Covid-19.

Dari jumlah itu, ada petugas kesehatan di Puskesmas Buhit, Pangururan dan Puskesmas Ambarita di Kecamatan Simanindo.

"Setelah New Normal tidak ada lock down. Demikian juga dengan saat ini, di mana ada 14 orang terkonfirmasi yang termasuk petugas kesehatan tidak ada lockdown untuk dua puskesmas ini. Cuma, kita lakukan sterilisasi," ujar dr Nimpan Karo-karo.

Terhadap ke-14 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 juga kini telah diambil tindakan isolasi mandiri.

Ia menyebutkan, hasil tracing ada 60 orang yang menjalin kontak dengan warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. T r ibun Medan mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved