Dinkes Karo Catat Masyarakat Cukup Antusias Ikuti Program Tes Swab Gratis

Program swab gratis ini diberikan kepada masyarakat terutama yang berada di delapan provinsi dengan tingkat penyebaran Covid-19 paling banyak.

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
PETUGAS medis melakukan swab tes kepada seluruh pegawai di Kejari Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, belum lama ini. 

TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Sehubungan masih tingginya penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah pusat memberikan program pengambilan sampel swab tanpa dipungut biaya atau gratis kepada masyarakat.

Program swab gratis ini diberikan kepada masyarakat terutama yang berada di delapan provinsi dengan tingkat penyebaran Covid-19 paling banyak.

Untuk di Kabupaten Karo sendiri, diketahui fasilitas peralatan pengambilan sampel swab yang diberikan dari pemerintah pusat sebanyak lebih dari 700 unit.

Informasi yang didapat dari Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo Arie O Lopiga, pengambilan sampel dilakukan mulai dari tanggal 23 September hingga 26 September kemarin.

"Untuk di kita itu ada lebih dari 700 unit alat tes. Dilakukan selama empat hari mulai dari tanggal 23 sampai tanggal 26 kemarin," ujar Arie, saat ditemui di ruangannya, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Rabu (30/9/2020).

Jokowi Tanya Corona Itu Apa, Begini Jawaban Menohok Para Pedagang,

Arie menjelaskan, dari 700 lebih peralatan tes yang ada dilakukan di beberapa lokasi, mulai dari instansi pemerintahan hingga ke masyarakat umum.

Memang sesuai dengan anjuran dari pusat, fasilitas ini diutamakan untuk institusi yang sering berhubungan dengan masyarakat.

Namun, masyarakat umum juga diberikan fasilitas untuk mencegah penyebaran semakin meluas.

Dirinya mengungkapkan, untuk pelaksanaan pengambilan sampel swab bagi institusi dilakukan di kantor masing-masing.

Kemudian, untuk masyarakat umum dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe secara terbuka. Ketika ditanya perihal antusias masyarakat, pria berkacamata ini mengaku jika masyarakat tercatat cukup antusias untuk mendukung pemerintah dalam melakukan proses pendataan dan pencegahan ini.

"Saya lihat dengan adanya program swab gratis ini masyarakat cukup antusias, karena di instansi yang menjalankan swab banyak juga masyarakat umum yang ikut serta menjalani tes. Kita bebaskan tidak dibatasi, makanya kemarin itu ada instansi yang meminta untuk dua kali karena adanya antusias dari masyarakat," ucapnya.

Anggota Dewan Takut Tertular Covid-19, Ramai-ramai Ikut Swab Test

Arie menjelaskan, seluruh kuota yang masuk pihaknya melakukan pengambilan sampel swabnya ke semua instansi dan masyarakat umum. Mulai dari kantor bupati, Kodim, Polres, Kejaksaan, Dinkes, RSU Kabanjahe, Puskesmas Kabanjahe, Puskesmas Berastagi, Puskesmas Tigapanah, serta Rutan Kabanjahe.

"Yang paling banyak ke RSU, masyarakat terlihat antusias bahkan yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar daerah juga ikut swab, mungkin mereka bekerja atau menetap di sini," katanya.

Menurut data dari Dinkes Karo, proses pengambilan sampel swab untuk hari pertama di RSU Kabanjahe sebanyak 145 sampel, sementara masyarakat yang sempat kontak dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 28 sampel.

Kemudian, untuk hari kedua, pengambilan sampel dilakukan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo sebanyak 68 sampel, Kodim 0205/TK sebanyak 116 sampel, dan RSU Kabanjahe sebanyak 65 sampel.

Selanjutnya, untuk hari ketiga pengambilan sampel di Kantor Bupati Karo sebanyak 60 sampel, RSU Kabanjahe sebanyak 24 sampel, dan Polres Tanah Karo sebanyak 101 sampel.

Member JKT48 Flora Shafiq Dikonfirmasi Terinfeksi Virus Corona, Seluruh Staf Lakukan Tes Swab

Sementara untuk hari terakhir, proses pengambilan tes swab di Rutan Kabanjahe sebanyak 71 sampel, Polres Tanah Karo sebanyak 18 sampel, dan RSU Kabanjahe sebanyak 58 sampel.

Dirinya menyebutkan, untuk masyarakat baik umum maupun yang berasal dari instansi hanya diberikan persyaratan untuk membawa KTP dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh Dinkes.

Kedua persyaratan ini wajib dilengkapi oleh setiap masyarakat yang ingin mengikuti program Swab gratis, agar nantinya mudah untuk tercatat mengenai hasil identifikasi sampel.

"Setslah ini, sampel yang sudah diambil akan kita kirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi. Nantinya dari Dinkes provinsi yang akan menentukan ke mana sampel tersebut akan diuji lab. Karena mereka memiliki banyak jaringan juga," ungkapnya

DPRD Sumut Swab Test Massal, IDI Apresiasi Sebagai Langkah Segah Klaster Baru Penyebaran Covid

Untuk ke depan, Ari menjelaskan pihaknya  masih belum dapat memastikan apakah nantinya akan ada program serupa. Karena yang memiliki wewenang dari pemerintah pusat, untuk menetapkan berapa jumlah sampel yang didapat oleh setiap daerah.

"Kita lihat lagi seprti apa keputusan dari pemerintah pusat, ya kalau dibilang lebih bagus rutin karena bisa terus kita cek masyarakat," katanya.

Dirinya berharap, dengan adanya program tes swab gratis ini dapat membantu pemerintah dan petugas untuk mendata penyebaran Covid-19 di masyarakat. Sehingga, nantinya upaya pemutusan penyebaran Covid-19 dapat lebih terarah dan cepat untuk dilakukan. (cr4/tri bun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved