Update Covid19 Sumut 30 September 2020

Kondisi Pajak Melati, Setelah Seorang Pedagang Meninggal karena Covid-19

Sebelumnya, blok tersebut didominasi oleh pedagang sayur dan ikan.Namun, beberapa pedagang ikan di blok tersebut tetap berjualan.

Editor: Salomo Tarigan
t r ibun-medan.com/Gita
Kondisi Pajak (Pasar) Melati di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tutungan, Rabu (30/9/2020). Sebagian pedagang menutup kios, namun tidak sedikit pula yang tetap membuka kiosnya. 

T R IBUN-MEDAN.com - Sudah seminggu lebih, satu blok Pajak/Pasar Melati, yang terletak di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tutungan, diimbau untuk ditutup sementara.

Imbauan ini disampaikan pemerintah setelah seorang pedagang sayur di blok tersebut meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Berdasarkan surat imbauan Kelurahan Tanjung Selamat, pedagang sudah diminta agar tidak berdagang/beraktifitas mulai 21 September 2020 lalu.

Pantauan t r ibun-Medan, Rabu (30/9/2020), puluhan kios blok B tersebut memang terlihat ditutup.

Sebelumnya, blok tersebut didominasi oleh pedagang sayur dan ikan.

Namun, beberapa pedagang ikan di blok tersebut  tetap berjualan.

Alasanya, terpaksa tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

"Dilarang sih, cuma keluarga mau dikasi makan apa nanti kalau ikutan tutup. Uang dari sini ya untuk kebutuhan sehari-hati," kata Palen,satu di antara pedagang di blok tersebut.

Palen mengatakan sudah satu minggu lebih puluhan pedagang di blok tersebut tidak berjualan.

Ia pun mengaku prihatin akan hal itu, sebab katanya banyak pedagang yang menopang hidup dengan berjualan di lokasi tersebut.

"Kios yang ditutup banyak sampai depan ini," katanya seraya menunjukkan batas blok kios.

Palen yang mengaku baru satu tahun berjualan ikan di Blok tersebut pun merasakan dampak yang cukup besar semenjak blok tersebut minim aktifitas.

Katanya jika dibandingkan dengan sebelum adanya surat himbauan tersebut, pendapatannya kini berkurang hingga 50 persen.

"Baru satu tahun (berjualakan ikan), semenjak ditutup menipis pendapatannya. Sekarang kadang-kadang dapat dua juta, Kemarin (sebelum tutup) bisa dapat 3 sampai 4 juta. Setelah ditutup ini berkurang setengah," katanya.

Palen berharap, pasar melati dapat kembali berjalan normal sehingga pembeli kembali antusias berbelanja ke blok tersebut.

Sementara itu, seorang pengunjung yang dijumpai di lokasi, Seli mengaku sudah mengetahui bahwa seorang pedagang di lokasi tersebut meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Iya taunya dari berita. Cuma kan ini sebagian aja yang tutup, yang lain masih buka, makanya tetap belanja ke sini kami," katanya.

Selaku pembeli yang setiap hari berbelanja ke pasar tersebut, Seli berharap agar ada pengawasan ketat sehingga pembeli maupun pedagang dapat benar-benar menjalankan protokol kesehatan.

"Maunya ya ada penjaganya, supaya orang yang enggak pakai masker jangan masuk pajak sini, terserah itu pedagang atau pembeli. Kalau gini enggak ada yang memantau kan suka-suka orang saja," pungkasnya.

Tim Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan rapid test kepada puluhan pedagang di Pasar Melati, Tanjung Selamat, Medan, Rabu (23/9/2020).
Tim Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan rapid test kepada puluhan pedagang di Pasar Melati, Tanjung Selamat, Medan, Rabu (23/9/2020). (T R IBUN-MEDAN.com/Victory Arrival)

Setelah meninggalnya seorang pedagang, tim gugus tugas covid-19 bersama Dinas Kesehatan melakukan tracking di Pajak Melati, belum lama ini.

Dari hasil giat tracing dan testing cluster pada hari Rabu (23/9/2020), ada 5 orang yang reaktif dari 120 orang yang menjalani rapid test covid-19.

Rapid test bagi pedagang di pasar Melati pada Rabu (23/9/2020)
Rapid test bagi pedagang di pasar Melati pada Rabu (23/9/2020) (T R IBUN-MEDAN.com/Maurits)

Esok harinya, Kamis (24/9/2020), kegiatan rapid test digelar dan hasil yang diperoleh ada 3 orang yang reaktif dari 56 orang dirapid test.

Sumut Bertambah 88 Kasus Baru

Jumlah kasus Covid-19 di Sumut masih menunjukkan angka pertambahan cukup tinggi dalam kurun satu hari terakhir.

Tercatat, ada penambahan 88 kasus baru covid-19 di Sumut rentang 24 jam terakhir.

Total, kasus Corona sudah menembus angka 10.123 orang hingga Selasa (28/9/2020).

Sementara untuk pasien sembuh bertambah 168 pasien menjadi total 6804 orang.

Untuk pasien meninggal bertambah 2 orang, dengan jumlah total sebanyak 425 orang.

Berikut ini, jumlah kasus Covid-19 untuk provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu:

Aceh
Positif: 4471
Sembuh: 2325 
Meninggal: 174

Sumut
Positif: 10211
Sembuh: 6804
Meninggal: 425

Sumbar
Positif: 6180
Sembuh: 3081
Meninggal: 116

Riau
Positif: 7270
Sembuh: 3603
Meninggal: 151

Kepri
Positif: 2200
Sembuh: 1416
Meninggal: 56

Jambi
Positif: 490
Sembuh: 265
Meninggal: 11

Bengkulu
Positif: 665
Sembuh: 421
Meninggal: 34

Data Nasional

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan penularan virus corona masih terjadi dan terus bertambah hingga Selasa (29/9/2020).

Terdapat penambahan pasien yang baru dinyatakan terpapar Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi, di atas 4.000 orang dalam sehari.

Data pemerintah pada Selasa 12.00 WIB memperlihatkan ada 4.002 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 282.724 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satgas Covid-19 lewat data yang disampaikan kepada wartawan pada Selasa sore.

Selain itu, data juga bisa diakses melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, yang diperbarui tiap sore.

Meski jumlah kasus Covid-19 tiap hari semakin bertambah, pemerintah berupaya menyampaikan harapan dengan memperlihatkan banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh.

Dalam sehari pada periode yang sama, diketahui ada penambahan 3.567 pasien Covid-19 yang sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, total pasien yang dinyatakan sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona kini mencapai 210.437 orang.

Akan tetapi, data pemerintah juga memperlihatkan kabar duka dengan masih bertambahnya pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dalam 24 jam terakhir, diketahui ada penambahan 128 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 kini mencapai 10.601 orang.

Selain data mengenai pasien yang terkonfirmasi positif, pemerintah juga mengungkap bahwa saat ini ada 132.496 orang berstatus suspek.

Sebanyak 4.002 kasus baru Covid-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 37.158 spesimen dalam sehari.

Saat itu juga ada 27.891 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Hingga saat ini, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 3.276.402 spesimen dari 1.962.754 orang yang diambil sampelnya.

Artinya, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Kasus Covid-19 saat ini sudah tercatat di semua provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Secara khusus, sudah ada 497 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

(cr21/t r ibun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved