Soniaman Tewas dengan Sejumlah Luka Bekas Bacokan, Ditemukan di Perladangan di Tigapanah
Informasi yang didapat, pria berusia 43 tahun yang diduga merupakan korban penganiayaan ini ditemukan pertama kali oleh saksi sekira pukul 21.00 WIB.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Seorang pria yang diketahui bernama Soniaman Laoli ditemukan memegang nyawa dengan kondisi bersimbah darah di perladangan yang ada di Desa Lau Riman, Kecamatan Tigapanah, Selasa (29/9/2020).
Informasi yang didapat, pria berusia 43 tahun yang diduga merupakan korban penganiayaan ini ditemukan pertama kali oleh saksi Yaaman Gulo, dan Suriyanto Peranginangin sekira pukul 21.00 WIB.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tigapanah AKP R Simanjorang mengungkapkan pihaknya mendapatkan informasi ini dari kedua saksi saat membuat laporan ke Polsek pada Rabu (30/9/2020) pagi.
Informasi yang didapat, saat itu keduanya telah membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham Berastagi. Namun, ketika mereka melakukan pengecekan kondisi korban ternyata didapati korban sudah meninggal dunia.
• Misteri Pembunuhan Wanita di Tembung, Fitri Yanti Ternyata Pernah Buat LP Penganiayaan
"Awalnya kita dapatkan informasi adanya penganiayaan dari kedua saksi. Namun, saat kita datangi ke rumah sakit tersebut, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," ujar Simanjorang, saat dikonfirmasi Rabu (30/9/2020) malam.
Simanjorang menjelaskan, saat dicek ke rumah sakit tersebut pihak dokter menyatakan korban meninggal diduga karena kehabisan darah.
Dirinya menyebutkan, sesuai hasil keterangan awal dari dokter yang memeriksa korban, bahwa korban mengalami luka robek di kepala sebelah kanan, luka robek di bahu kanan, luka robek di bahu kiri, luka robek di tangan sebelah kanan dan luka di lutut sebelah kanan.
"Dokter melihat keadaan korban dengan sejumlah luka robek di beberapa bagian tubuhnya," katanya.
Saat ditanya mengenai kronologis penemuan korban, Simanjorang menjelaskan berdasarkan pengakuan saksi awalnya kedua orang saksi tersebut ingin mendatangi korban yang bermaksud untuk meminta obat pohon pinus.
Namun, saat didatangi ke lokasi tersebut salah satu saksi melihat korban tidak berada di gubuk yang tempat korban berada. Bahkan, di gubuk tersebut saksi melihat sudah ada bekas darah yang berceceran di dalam gubuk yang beralaskan tikar itu.
• Dugaan Kasus Penganiayaan, Polres Labuhanbatu Tangkap Oknum Anggota DPRD
"Karena tidak melihat keberadaan korban, para saksi langsung mencari ke mana korban dan ke mana arah darah tersebut. Setelah ditelusuri ke berbagai titik, para saksi menemukan korban dalam keadaan terluka dan lemas yang lokasinya berjarak sekitar 40 meter dari gubuk tersebut," ungkapnya.
Simanjorang menjelaskan, saat ini jenazah korban masih berada di RS Efarina Etaham untuk dilakukan penanganan medis. Namun, direncanakan besok jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
"Keluarga korban juga sudah setuju untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab korban meninggal. Rencananya besok pagi akan dibawa ke Medan," ucapnya.
Dirinya menyebutkan, untuk saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus dugaan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia ini.
Untuk pelaku sendiri, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti. (cr4/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penganiayaan-karo.jpg)