Musisi Medan Rilis Single Saat Pandemi, Niesya Sajikan Nuansa Jazz Bagi Penggemarnya di Indonesia

Sejak lima tahun belakangan ini Niesya juga terlibat dalam berbagai pementasan kelompok Suarasama di dalam dan luar negeri.

TRIBUN MEDAN/HO
NIESYA Harahap, musisi pendatang baru asal Medan keluarkan single keempat. 

Tri bun-Medan.com, Medan - Di tengah masih maraknya wabah pandemic Covid-19 terutama di berbagai kota-kota besar di Indonesia tidak menyurutkan para pekerja musik di tanah air untuk tetap berkarya.

Termasuk Niesya sebagai penyanyi pendatang baru asal kota Medan yang telah melahirkan tiga album single lagunya.

Tidak menunggu waktu lama, pada Jumat (25/9/2020) lalu Niesya merilis single keempat bertajuk Keraguan.

Rilisnya single ke empat ini, Niesya mengungkapkan jika ia memberikan nuansa jazz yang juga terinspirasi dengan pad

"Lagu keempatku ini lebih ’jazzy.’ Aku mencoba menawarkan bentuk lagu dalam format ’acoustic jazz.’ Namun penggarapannya aku coba menghadirkan kembali bentuk permainan Brazilian samba khususnya untuk pendengar musik di Indonesia.

Dari dulu aku suka banget lagu-lagu Jazz terutama lagu aliran mainstream Jazz yang dibawakan Nat King Cole dan Ella Fitzgerald," ungkap Niesya, Minggu (27/9/2020).

Isu Resesi, Jumlah Investor di Sumut Justru Menunjukkan Peningkatan

Dalam proses penggarapannya sendiri, Niesya akui perlu waktu yang cukup lama lantaran harus berkomunikasi langsung dengan timnya yang berada di Amerika. Selain itu Niesya turut dibantu ayahnya yang juga merupakan seorang musisi.

"Prosesnya cukup lama. Format iringan musik dalam laguku ini hanya nylon acoustic guitar dan percussion set. Kebetulan yang main guitarnya papaku sendiri dan yang main percussion set seperti conga, shaker dan surdu Barzil, seorang teman, namanya Brian Riordan, percussionist yang tinggal di Amerika.

Jadi, proses sharing ide dan pengerjaan rekaman musik di dua tempat yang jauh ternyata butuh waktu yang cukup lama, meski komunikasi bisa langsung lewat WA," ujarnya.

Single keempat, Keraguan memiliki perbedaan yang cukup kontras dengan single sebelumnya.

Indonesia Bakal Hadapi Resesi Ekonomi, Pandemi Belum Bisa Dikendalikan, Ini Sebaiknya yang Dilakukan

Lagu pertamanya bertajuk Gundah lebih bernuansa pop orchestra, lagu keduanya “Kepergianmu” lebih melancholy, lagu ketiganya Aku Melihat Indonesia kuat dengan sentuhan folk music, sementara Keraguan lagu single keempatnya lebih bernuansa jazz music.

Namun, jika dilihat dari latar belakang musiknya terlihat wajar. Niesya ternyata sejak kecilnya telah terbiasa mendengar berbagai macam genre musik dari koleksi album-album musik dunia yang dimiliki orangtuanya Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu.

Kedua orangtuanya sendiri adalah pendiri kelompok “Suarasama” beraliran world music, yang karya-karya musiknya telah diterbitkan di Perancis dan USA.

Sejak lima tahun belakangan ini Niesya juga terlibat dalam berbagai pementasan kelompok Suarasama di dalam dan luar negeri, diantara di German, Belanda dan Spanyol.

Tiga lagu single Niesya sebelumnya mendapat cukup perhatian publik musik di Indonesia.

Viral Video NBC yang Menampilkan Sosok Otak Pelaku Pembunuhan Para Jenderal dalam G30S/PKI

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved