Sudah Minggu Ketiga, Aliran Air PDAM Jalan Karantina I Masih Mati
Beberapa hari lalu Wirji dan perwakilan warga sudah mencoba mendatangi pihak PDAM Tirtanadi cabang Tuasan terkait kejelasan aliran air.
Tri bun-Medan.com, Medan - Warga Jalan Karantina I tampaknya sudah geram dengan belum adanya tindakan PDAM Tirtanadi terkait air yang berhenti mengalir memasuki minggu ketiga.
Hal ini diungkapkan Wirji, warga yang turut mendapatkan imbas berhentinya aliran air akibat adanya pipa pecah yang disebabkan PT. Nindya Karya beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, beberapa hari lalu Wirji dan perwakilan warga sudah mencoba mendatangi pihak PDAM Tirtanadi cabang Tuasan terkait kejelasan aliran air di Jalan Karantina.
Namun, ia mengaku kecewa lantaran Pihak PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan tidak memberikan jawaban membantu terkait putusnya aliran air ini.
Wirji sendiri menuturkan jika belum adanya perubahan, maka ia bersama warga akan melapor ke Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK).
"Air belum hidup sampai sekarang. saya sudah kesana mewakili warga sekalian tapi mereka bilang harus pakai mesin dapp. Masa itu pula jawabannya. Saya bukannya gimana-gimana, nanti saya laporkan ke LAPK kalau masih seperti ini," ungkap Wirji kepada Tri bun Medan, Sabtu (26/9/2020).
Diketahui, sebelum ada kejadian pecahnya pipa yang disebabkan PT. Nindya Karya, aliran air di rumah warga juga sudah cenderung kecil dan punya batasan waktu mengalir air.
• Angga Wijaya Berikan Penghasilan Pertama dari YouTube, Dewi Perssik Bahagia dan Meneteskan Air Mata
Sebelumnya, sewaktu air berhenti mengalir beberapa waktu lalu, pihak PDAM telah terjun langsung melakukan pengorekan, namun Wirji menyayangkan belum ada tanpa perubahan memasuki minggu ke-3 ini.
"Air masih kecil tapi masih mengalir sebelum kejadian pipa pecah. Ini setelah dikorek dan pipa disambung kembali, kok airnya gak mengalir-ngalir, apakah ini ada permainan. Kata mereka kalau dimatikan dari pusat tidak mungkin karena pasti semua tidak dapat, ya mana tahu saya," ujar Wirji.
• Ammar Zoni Bikin Acara Sambut Air Rumi Akbar dan Irish Bella di Rumah, Intip Foto-fotonya
Selain air yang mati, Wirji dan warga lain juga mulai cemas terkait akan segera mendekati pembayaran iuran air untuk bulan Oktober mendatang.
"Inipun air harus dibayar lagi uang air, ini tetap jalan. Makanya kami bingung sekarang ini, mau berakhir bulan 9 ini. Bagaimana pembayarannya, sedangkan kami sudah tidak menikmati air tiga minggu. Kami sudah memberikan kewajiban tapi kami minta hak kamilah," jelasnya.
• Pencairan BLT BPJS Tahap 4, Tapi Uang Rp 1,2 Juta Belum Masuk Rekening, Cek Sekarang via HP
Diketahui, saat Wirji mendatangi pihak PDAM TIRTANADI Cabang Tuasan, pihak Tirtanadi menyarankan untuk memasang mesin pompa air. Wirji sendiri tidak begitu menyetujui saran tersebut karena tidak semua warga akan mampu untuk pembiayaan iuran.
Merasa belum ada tindakan pasti dari PDAM Tirtanadi, Wirji akan segera memproses untuk pelaporan ke LAPK. Namun, ia sendiri masih berharap agar pihak PDAM Tirtanadi dapat ambil langkah terkait masalah yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat.
"Kalau saya sudah tidak mau ke PAM Tirtanadi. Mau saya adukan lah ini, supaya orang itu sebagai penyelenggara pemberi air jangan seperti ini. Katanya sudah mengalir, apanya mengalir. Kalau ada hujan baru kami menampung. Ya kita berharap sebelum ke LAPK sudah dilancarkan oleh mereka," pungkas Wirji.(cr13/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/air-mati-lagi.jpg)