Update Tersangka Pembunuhan Asiong

BOCORAN Istri Asiong, Lisa Sempat Dengar Percakapan Pelaku Handi Ancam Suaminya

"Saya pernah dengar si Handi ini yang pernah telpon. Kalau apa jumpa langsung. Namun, Koko ngomong . . ."

Editor: Salomo Tarigan
HO/t r ibun-medan.com
Dokumentasi keluarga Jefri Wijaya alias Asiong (39) 

Setelah ditunggu-tunggu, namun tidak juga ada penyelesaian dari Jefri.

Tersangka Edy ini, lantas memerintahkan kepada Handi untuk mencari Jefri.

"Dari situ kemudian Handi dengan beberapa tersangka mencari cara untuk membuat keluar Jefri. Karena tidak tahu bagaimana membuat keluar Jefri, sehingga dipancing dengan transaksi penjualan mobil. Kebetulan Jefri pernah atau ada memposting tentang penjualan mobil,” ungkapnya.

Pemakaman Asiong di kawasan Kedai Durian Delitua, Rabu (23/9/2020).
Pemakaman Asiong di kawasan Kedai Durian Delitua, Rabu (23/9/2020). (istimewa)

Sambungnya, hal tersebut disambut oleh Handi, melalui tersangka lain, sehingga keluarlah jefri membawa mobil dan akan transaksi.

"Transaksi pertama gagal karena lokasi ramai dan tidak memungkinkan. Pada hari berikutnya mereka melakukan perencanaan, pada Senin (14/9/2020). Di mana Jefri menghubungi salah satu tersangka untuk lokasi penjualan mobil dan disepakati oleh salah satu tersangka di tempat yang ditentukan untuk transaksi,” bebernya.

Dalam pertemuan kedua yang bermotif penjualan mobil tersebut, sambung Taryono, korban pun diculik.

Namun dalam penculikan tersebut, tidak dijelaskan lokasi para pelaku ini mengambil korban.

Tidak sampai di situ, sebelum dieksekusi, korban dikabarkan dibawa keliling oleh para tersangka.

"Para pelaku ini sempat berganti mobil dan lokasi eksekusi. Itu tanggal 17 September, hari Kamis. Di salah satu tempat di wilayah Marelan. Ada 2 TKP di Marelan. Kemudian dinyatakan oleh salah satu dari mereka korban meninggal dunia,” ucapnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar menunjukkan barang bukti HP rusak, saat pimpin pengungkapan kasus pembunuhan Asiong, Rabu (23/9/2020) di Mapolda Sumut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar menunjukkan barang bukti HP rusak, saat pimpin pengungkapan kasus pembunuhan Asiong, Rabu (23/9/2020) di Mapolda Sumut. (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Setelah para pelaku mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia, suasana mulai panik.

Masih dikatakan Taryono, para pelaku ini kemudian melaporkan ke Edi.

"Dari situ, disepakati bahwa ada tiga lokasi pembuangan hingga akhirnya diambil alternatif terdekat di Kabupaten Karo. Selesai eksekusi, mereka kembali konsolidasi untuk menghancurkan alat komunikasi supaya tak terdeteksi. Ada delapan hp yang dibuang ke sungai,” jelasnya.

Sementara istri korban, Lisa (34) yang dihubungi T r ibun- Medan pada Kamis (24/9/2020) menjelaskan bahwa dirinya sempat mendengar percakapan suaminya dengan pria bernama Handi.

"Saya pernah dengar suami saya sedang berbicara melalui telpon dengan Handi," ujarnya.

Lanjut Lisa, di mana Handi sempat mengancam suaminya melalui telpon.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved